Gojentakmapan

Ratap Pilu Warga Takalar yang Lolos dari Gempa Sulbar


KORBAN GEMPA -- Nirwana, anak dari Nawir Daeng Tona, dengan tangan diperban akibat patah tulang, menceritakan bagaimana dia bersama orangtuanya menyelamatkan diri setelah rumah yang mereka tempati roboh akibat gempa.

TAKALAR, BKM — Gempa bumi yang terjadi beberapa hari lalu di Provinsi Sulawesi Barat telah menelan korban jiwa, materi, dan benda berharga. Di antara korban gempa Sulbar, terdapat satu warga Kabupaten Takalar bernama Nawir Daeng Tona (48).
Beruntung, saat gempa bumi memporak-porandakan sejumlah wilayah di Sulbar, Nawir Daeng Tona berhasil terselamatkan, sehingga dapat tiba diKabupaten Takalar. Tepatnya di Lingkungan Mattoangin, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Pattallassang
Berdasarkan keterangan Nawir Dg Tona yang tiba Senin malam (18/1) di rumah orang tuanya di Lingkungan Mattoangin, setelah dia bersama anak dan istrinya lolos dari maut. Meski demikian, istrinya mengalami patah tulang dan pendarahan paru-paru. Juga, salah seorang anak perempuannya bernama Nirwana (16) mengalami patah tulang.
”Kejadiannya begitu cepat. Saat gempa datang dengan durasi 3 sampai 5 detik, rumah langsung goyang dan roboh dan menimpa istri dan anak saya. Selang beberapa detik, saya langsung mengevakuasi keluarga saya ke tempat yang aman. Rumah saya di sana rata dengan tanah. Saya juga tidak sempat menyelamatkan barang berharga saya. Dengan kejadian ini, saya dan anak-anak saya masih trauma dan takut,” ungkap Nawir Daeng Tona, Rabu (20/1).
Nawir Daeng Tona, melanjutkan ratap pilunya bahwa istrinya Diniami (49) yang mengalami patah tulang dan pendarahan paru-paru, saat ini sudah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit H Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar.
Nawir Daeng Tona sendiri mengaku kalau dia bersama keluarganya tiba di kampung halamannya, berkat bantuan bupati Takalar.
”Saya sangat berterima kasih kepada bapak bupati Takalar karena sudah memberikan pelayanan dan perawatan kepada istri dan keluarga saya dengan memberikan bantuan Sembako dan pelayanan di rumah sakit tanpa biaya apapun,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Pallantikkang, Ilham Ismail, mengemukakan, mendengar kabar ada salah satu warganya menjadi korban gempa di Kabupaten Majene, dia langsung berkunjung ke rumah orangtua korban, dan langsung berkoordinasi dengan dinas sosial.
”Pemerintah Kabupaten Takalar dalam hal ini Dinas Sosial & PMD dan pihak Rumah Sakit H Padjonga Dg Ngalle, langsung cepat tanggap dengan memberikan bantuan berupa beras dan Sembako serta perawatan intensif,” jelas Lurah Pallantikang. (ira/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.