Headline

Tangkapan Ikan Menurun, Beralih Jadi Tukang Parkir


Curhat Nelayan Paotere di Kala Cuaca Buruk

MAKASSAR, BKM — Musim penghujan yang disertai cuaca ekstrem menjadi momok tersendiri bagi para nelayan. Mereka banyak yang tak bisa melaut. Kalau pun ada di antaranya yang tetap turun mencari rezeki, harus berhadapan dengan angin yang cukup kencang dan ombak tinggi. Hasil tangkapan ikannya juga tak seberapa.

SELASA siang (19/1) di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere. Aktivitas jual beli ikan tetap berlangsung. Namun, jumlah nelayan yang melakukan transaksi berbeda dengan sebelumnya. Demikian pula ikan yang dijual, berkurang dari hari-hari biasa

Awaluddin (44), seorang nelayan Paotere menuturkan, saat ini pendapatannya merosot. Hasil tangkapan ikannya dari melaut mengalami penurunan.
”Di musim penghujan seperti ini angin cukup kencang dan ombak tinggi. Masih ada nelayan yang pergi melaut walau cuaca buruk. Tapi ada juga yang memilih untuk tidak melaut. Mereka biasanya beralih mencari pekerjaan lain, seperti jadi tukang parkir dan bersih-bersih,” ujar Awaluddin, kemarin.
Awaluddin menjadi salah satu nelayan yang tetap melaut di tengah cuaca tak bersahabat. Namun, ia tetap memperhitungkan keselamatan. Caranya, sebelum pergi melaut dia terlebih dahulu memperhatikan prakiraan cuaca. Bila kondisi memungkinan, Awaluddin berangkat walau tidak dalam jangka waktu yang lama.
”Saya berangkat pada tanggal 11 Januari. Tapi karena angin kencang dan ombak tinggi, saya dan teman-teman memutuskan untuk kembali ke pelabuhan pada tanggal 18 Januari,” tuturnya.
Hal yang tak jauh berbeda diungkapkan Dg Ngempo (46). ”Kalau cuacanya seperti sekarang hasil tangkapan kurang. Apalagi angin kencang dan ombak tinggi,” imbuhnya.
Menurut pengakuan Dg Ngempo, dirinya harus tetap berangkat melaut guna memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Kalau pun tidak pergi, ia mengisi hari-harinya dengan memperbaiki kapal.
Nelayan lainnya, Mustari (37) mengamini pengakuan dua rekannya itu. Nelayan asal Bonto Birao, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan ini berharap bisa terus melaut. Namun bila terpaksa harus berada di rumah, ia selalu berdoa agar cuaca ekstrem yang terjadi saat ini bisa segera berlalu. (pkl)

Komentar Anda





Comments
To Top
.