Headline

Tujuh Pengungsi Positif Covid, Satu Bayi


Pemprov Sulsel Siapkan Pesawat Bantu Pemulangan ke Kampung Halaman

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Sosial kini menampung pengungsi korban gempa Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Dari 686 warga yang datang, tersisa 107 yang ditampung di Dinas Sosial Sulsel dan Asrama Haji Sudiang.

Dari 107 pengungsi tersebut, tiga di antaranya dinyatakan positif covid-19. Hal itu diketahui setelah dilakukan tes PCR. Dari ketiganya, satu orang merupakan bayi berumur 11 bulan.

Sebelumnya, empat orang yang merupakan satu keluarga telah diisolasi di Hotel Swissbell karena reaktif rapid antigen. Sehingga total pengungsi yang terkonfirmasi covid-19 sebanyak tujuh orang.

Hal itu diakui oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Sulsel Gemala Faoza. Ia mengatakan, Dinsos bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sulsel untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban gempa yang mengungsi.

“Kita segera melakukan tindakan jika memang ada yang mengalami gejala ataupun positif covid. Tadi (kemarin) ada tiga yang positif dan langsung kita tindaki untuk diisolasi di hotel wisata covid,” tuturnya.

Gemala menjelaskan, pihaknya berupaya memberikan fasilitas yang baik dan nyaman kepada para pengungsi. Mulai dari pelayanan kesehatan, tempat istrahat, dapur umum, dan juga fasilitas bermain untuk anak-anak.

“Kita lihat banyak anak-anak yang masih mengalami trauma, sementara kita masih ada fasilitas Inang Matutu yang lengkap. Ada permainan edukatifnya, ada tim psikososial yang bisa memberikan trauma healing, baik kepada orang dewasa maupun anak-nak,” jelasnya.

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah menemui para pengungsi yang berada di UPT Penitipan Anak Inang Matutu yang berlokasi di Jalan Tamalate 1, Rabu (20/1). Ia berbincang langsung dengan warga terdampak gempa yang berada di tempat ini.
Nurdin Abdullah mengatakan, sejak terjadinya gempa Sulbar, pihaknya sudah mengulurkan tangan untuk membantu. Misalnya mengirim logistik melalui TNI Angkatan Laut.

Tak hanya itu, Sulsel juga telah mengirim tenaga kesehatan serta bantuan alat medis ke lokasi bencana tersebut. Terakhir, menerima warga Sulbar untuk diungsikan.

Dua tempat pengungsian yang disiapkan yakni Asrama Haji Sudiang dan UPT Penitipan Anak Inang Matutu Dinsos Sulsel. Selain memberikan pelayanan yang baik, Dinsos Sulsel juga akan memulangkan pengungsi ke daerah asal.

Diketahui, pengungsi yang ditampung Dinsos saat ini ada di antaranya warga Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur yang tidak memiliki keluarga di Sulsel.

“Besok (hari ini) kita akan siapkan pesawat untuk mereka agar bisa kembali ke Surabaya. Semua tanggungannya provinsi. Kalau mereka bisa kembali ke kampung bertemu keluarga, mungkin trauma bisa terobati,” jelas Nurdin usai melakukan kunjungan.

Begitu juga yang terkonfirmasi positif covid-19, sembari menunggu proses penyembuhan, Sulsel akan memastikan mereka pulang ke daerah masing-masing dengan selamat.

“Setelah mereka dinyatakan sehat, kita akan siapkan kepulangannya. Harus diswab dulu sebelum pulang agar kita pastikan mereka sehat kembali ke kampung halaman,” tegas Nurdin. (nug)

Komentar Anda





Comments
To Top
.