Headline

Usia Belum Setahun, Lima Bayi Dibawa Mengungsi


Pantau Banjir di Antang, Pj Wali Kota Tawarkan Solusi

MAKASSAR, BKM — Banjir tahunan yang melanda sebagian Kota Makassar memaksa warga untuk mengungsi. Tak terkecuali bayi yang masih berusia di bawah satu tahun.
Mereka terlihat di lokasi pengungsian yang berada di Masjid Ar-rahman Kompleks Perumahan Kodam 3 Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Para pengungsi merupakan warga di perumahan tersebut. Mereka meninggalkan rumah masing-masing setelah rumahnya terendam banjir, Selasa malam (19/1).
Tercatat ada 38 kepala keluarga yang terdiri dari 150 jiwa yang memilih mengungsi ke posko yang telah disediakan. Lima di antaranya merupakan bayi berusia di bawah satu tahun.
”Kondisi saat ini berbeda tahun sebelumnya. Warga yang mengungsi ada yang membawa serta bayinya yang belum cukup berusia satu tahun. Ada lima orang balita ditampung di pengungsian. Mereka sangat berharap bantuan popok dan selimut,” ungkap Ros selaku koordinator pengungsi.
Musibah banjir tahunan di Perumahan Kodam 3 yang bertepatan dengan gempa di Mamuju, membuat relawan yang berada di lokasi posko pengungsian banjir menjadi terbatas. Sebab mereka lebih banyak berangkat ke Sulbar.

Pj Wali Kota ke Antang

Ratusan warga yang bermukim di blok 8 dan 10 Antang, Kecamatan Manggala juga telah mengungsi. Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengunjungi lokasi banjir dan melihat kondisi pengungsi di sana, Rabu (20/1). Ia sekaligus melakukan pemantauan untuk mengetahui seperti apa penanganan yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir terus melanda wilayah ini.
Dia mengemukakan, pemerintah harus hadir mencarikan solusi penanganan banjir. Langkah jangka pendek, struktur pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan harus selalu waspada dan mengingatkan warga untuk mengantisipasi datangnya musibah tersebut.
“Yang utama adalah keselamatan. Kita harus antisipasi titik pengungsian yang mampu menampung warga yang berpotensi terdampak banjir,” ungkapnya di lokasi banjir, Rabu (20/1).
Selain itu, perlu juga ditekankan agar aparat kecamatan dan kelurahan termasuk petugas kesehatan untuk memantau kesehatan warga. Apalagi saat ini masih pandemi covid-19. “Warga harus diedukasi untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, di manapun dan kondisi apapun harus diterapkan,” ungkapnya.
Sementara solusi jangka panjang, kata dia, ada hal teknis yang sifatnya bisa meredam banjir tahunan di Manggala. Berdasarkan survei awal, ternyata ada kantong air di wilayah blok 8 dan 10 bagian belakang. “Agak rendah sehingga belum sempat mengalir ke luar ke arah Nipa-nipa, sudah tumpah ke sini,” terang Rudy.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sebanyak 125 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di dua blok tersebut. Kepala BPBD Makassar Muhamamad Rusli menyebut, sudah ada 500 rumah yang terendam semenjak diguyur hujan intensitas tinggi pada Selasa (19/1) lalu.
“Laporan untuk Manggala ini 125 KK. Lebih sedikit dari yang bulan Desember 2020 kemarin. Jumlah rumah (yang terendam) kurang lebih 500,” kata Rusli.
Mereka yang terdampak telah dipindahkan ke masjid dan rumah tetangga. Rusli mengatakan bahwa sejumlah bantuan juga sudah diberikan. “Seperti selimut, sarung dan lain sebagainya. Kita memang sudah menyiapkan sebatas itu,” sambungnya.
Camat Manggala Anshar Umar, mengaku bahwa pihaknya terus memantau situasi di lokasi banjir. Menurutnya, bantuan kebutuhan pokok saat ini menjadi perhatian utama demi keberlangsungan hidup para pengungsi. “Iya, sudah. Bantuan kita terus salurkan,” ucap Anshar.
Dia mengatakan, ada sejumlah solusi yang ditawarkan untuk penanggulangan banjir di dua lokasi tersebut. Yakni membuat tanggul permanen dan mengarahkan air yang masuk kembali ke luar sehingga tidak merendam pemukiman warga.
Selain itu, perlu dilakukan pelebaran Sungai Sambe yang dari Rappocidu, Gowa, masuk Romang Tangngaya tembus ke blok 10. “Itu perlu diperlebar. Sekaligus sisi sungai bisa jadi jalan untuk akses warga di Romang Tangngayya,” jelas Anshar.
Dia juga berharap agar muara waduk Nipah-nipah bisa diselesaikan karena punya pengaruh terhadap aliran air ke perumahan warga. (rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.