Headline

Bayi Usia Tiga Hari Butuh Bantuan Susu


Derita Pengungsi Terdampak Banjir di Perumahan Kodam III

MAKASSAR, BKM — Hujan lebat yang terus mengguyur Kota Makassar dalam beberapa terakhir kembali mengulang peristiwa banjir. Salah satu wilayah yang terdampak adalah kompleks Perumahan Kodam III Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Ratusan rumah warga kini terendam, dan memaksa penghuninya untuk mengungsi.

Di Masjid Ar-Rahman yang berada di samping kompleks perumahan, tampak para pengungsi berkumpul. Ada yang tengah beristirahat. Ada pula yang bercengkerama dengan pengungsi lainnya.
Selain orang tua, dewasa dan anak-anak, ada juga yang masih bayi. Bahkan usianya baru tiga hari setelah dilahirkan.
Bayi mungil tersebut anak dari Farahdiba. Ia mesti menghadapi musibah kali ini sendirian. Karena pada saat bersamaan suaminya tengah berada di luar kota. Dirinya kesulitan mencari relawan yang bisa menolongnya ketika banjir merendam tempat tinggalnya.
”Waktu banjir datang, saya panik. Apalagi saya masih sakit setelah operasi sesar. Tidak bisa banyak bergerak. Suami sedang di luar kota. Tidak ada relawan yang membantu. Ini anak saya baru berusia tiga hari,” ujarnya sambil melihat bayinya yang ikut mengungsi di Masjid Ar-Rahman, Kamis (21/1).
Walau begitu, Farahdiba mengaku bersyukur karena dia dan anaknya berhasil selamat hingga bisa mengungsi. Saat ini ia berharap ada bantuan, khususnya susu bayi. Karena persediannya kian menipis.
Pengurus Masjid Ar-Rahman Muh Syair menyebut, banjir yang rutin terjadi di Perumahan Kodam III dikarenakan lokasi ini memang rendah. Hingga kemarin, ketinggian air di sebagian lokasi sudah mencapai satu meter lebih atau setinggi dada orang dewasa. Sebagian lagi di kisaran 30-70 sentimeter.
Diakui Syair, bantuan dan sumbangan telah diperoleh pengungsi korban banjir. Di antaranya dari sejumlah donatur. Ada juga partisipasi dari beberapa pengguna jalan yang lewat di depan masjid tempat warga mengungsi.
Dari pantauan BKM, banyak ibu-ibu yang membawa serta bayi dan balitanya mengungsi. Tercatat ada tiga titik lokasi pengungusian. Yakni Masjid Kodam, Masjid Ar-Rahman, serta ruko yang juga dijadikan posko penanganan banjir.
Kordinator pengungsi Rosmawati mengatakan, sudah ada 155 orang yang mengungsi di Masjid. Di antaranya terdapat 10 bayi. Sebagian besar rumah mereka terendam banjir setinggi satu meter lebih.
“Saat ini warga membutuhkan bantuan seperti kebutuhan pokok, selimut, sarung dan popok bayi,” ujar Rosmawati, kemarin.
Selain makanan, pengungsi juga sangat membutuhkan obat-obatan, seperti minyak gosok serta salep untuk kutu air. “Kalau bisa, ada yang bawa obat-obatan, minyak gosok sama salep. Karena sudah banyak yang gatal-gatal kakinya. Pengungsi juga butuh jaket dan selimut,” ujarnya. (pkl)

Komentar Anda





Comments
To Top
.