Headline

Duel Berdarah Tetangga di Pasar, Satu Tewas Ditikam


BKM/HERMAN TIKAM TETANGGA-Andi Mappasona alias Andi Sose yang menikam tetangganya hingga tewas menjalani pemeriksaan di ruang Resum Satreskrim Polres Bone, Senin (25/1).

BONE, BKM — Senin siang (25/1) di pasar Pasaka, Desa Pasaka, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. Aktivitas jual beli tengah berlangsung. Tetiba terdengar teriakan histeris. Dua orang lelaki setengah baya terlibat perkelahian yang berujung pada penikaman salah satu di antaranya.
Belakangan diketahui, yang menjadi sasaran penikaman bernama Bahtiar. Sementara yang menikam, namanya Andi Mappasona alias Andi Sose. Keduanya masih tinggal bertetangga di Desa Pasaka, Kecamatan Kahu.
Peristiwa berdarah bermula ketika Bahtiar tengah minum kopi di salah satu warkop dalam kompleks pasar Pasaka. Tanpa disangka-sangka olehnya, datang Andi Sose menemuinya. ”Katanya kamu cari saya,” ujar Andi Sose. ”Iya, benar,” ucap Bahtiar membalas pertanyaan. Suasana yang semula tenang berubah tegang.
Tak ingin terjadi sesuatu di tempat usahanya, pemilik warkop kemudian menyuruh keduanya untuk menyelesaikan permasalahannya di luar. Begitu berada di depan warkop, Bahtiar langsung menendang perut Andi Sose. Tendangan itu membuat Andi Sose telempar.
Mendapat serangan, seketika itu juga Andi Sose langsung menghunus badik yang terselip di pinggangnya. Tanpa menunggu waktu, ia langsung menyerang balik. Senjata tajam yang berada di genggaman Andi Sose langsung diarahkan ke bagian dada, lalu perut. Saat itu juga Bahtiar jatuh tergeletak bersimbah darah.
Warga yang menyaksikan perkelahian itu berusaha menolong Bahtiar. Ia dilarikan ke puskesmas setempat. Sementara pelaku langsung menyerangkan diri ke Mapolsek Kahu.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin membenarkan peristiwa tersebut. Kata dia, korban mengembuskan napasnya yang terakhir ketika dilarikan ke puskesmas guna mendapatkan pertolongan. Sementara pelaku dalam perjalanan menuju Polres Bone usai menyerahkan diri.
”Motif diduga ada masalah tanah. Korban diduga memiliki persoalan tanah dengan keluarga pelaku, hingga pelaku ikut mencampuri masalah tersebut. Saat bertemu mereka langsung terlibat perselisihan,” jelas Ardy Yusuf.
Menurut AKP Ardy, nyawa korban tak bisa diselamatkan setelah menerima tiga tusukan badik di bagian dada dan perut.
Andi Sose yang dimintai keterangannya di ruang Resum Satreskrim Polres Bone, berkilah bahwa antara dirinya dan korban tidak punya masalah sebelumnya.

Dari pengakuannya, dia mencari korban karena informasi yang diperolehnya, Bahtiar tengah mencarinya. Setelah mereka bertemu, dia langsung ditendang oleh korban, sehingga menghunus badik lalu menikamnya.

“Saya tetangga sama dia (korban) dan sering ketemu. Waktu bertemu saya mau bicara baik-baik, tapi dia langsung menendang saya. Makanya saya langsung tikam, sebelum dia menikam saya duluan,” terang Andi Sose.

Saat ditendang, lanjut Andi Sose, dia sempat melihat Bahtiar mencoba mengambil badiknya yang terselip di pinggangnya. Namun kalah cepat olehnya, sehingga dia lebih dulu menusuk korban.

Ditanya tentang persoalan tanah yang menjadi pemicu pertikaian, Andi Sose menyangkalnya. Dia bahkan berkali-kali mengucapkan tidak ada masalah dengan korban sebelumnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku telah diamankan di Mapolres Bone guna penyelidikan lebih lanjut. Ia dijerat pasal 351 atau 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (her/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.