Connect with us

Metro

Danny Bicara Indikator Penanganan Covid

-

ist COVID-Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto berbicara soal indikator penangana covid-19 di kota Makassar bersama enterprise dari Singapore, di Jalan Amirullah, kemarin.

MAKASSAR, BKM– Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto, menjelaskan sejumlah indikator yang digunakan pemerintah dalam strategi adaptasi kehidupan ekonomi. Salah satunya yaitu reproduction rate (RT) di bawah angka 1 selama 14 hari atau lebih.
“Satu orang tidak boleh menyebarkan virus ke lebih dari satu orang,” kata Moh Ramdhan Pomanto saat diskusi via zoom, Selasa (2/2), di kediamannya, Jalan Amirullah bersama Enterprise Singapore. Mereka mengaku sepakat karena Singapura juga melakukan hal serupa.
Dalam resiko penularan covid-19 untuk setiap sektor ekonomi, kata Danny, tempat keramaian menjadi lokasi yang paling terakhir dibuka aktivitasnya. Karena itu tempat orang berkumpul.
Dengan indikator tersebut, maka Danny, telah membuat matriks antara pengelolaan ekonomi dan risiko kesehatan. Danny inginnya sistem adaptasi ini menghasilkan high benefit ekonomi tapi low risk kesehatan.
Massive testing minimal lima persen dari populasi. Kemudian contact tracing, equipment avaliability seperti alat pelindung diri (APD), protokol kesehatan, promosi, hingga pengawasan.
“Saya memaparkan rencana adaptasi ekonomi di Makassar dalam rangka memulihkan ekonomi pada masa pandemi. Kolega dari Enterprise Singapore yang hadir dalam diskusi via zoom pagi ini mengaku sepakat karena Singapura juga melakukan hal serupa,” jelasnya
“Secara antusias saya menyampaikan bahwa solusi untuk bangkit dalam masa pandemi adalah dengan total monitoring dan total controlling dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat, bukan dengan lockdown. Menurunkan angka kasus covid-19 adalah fokus utama, namun memulihkan ekonomi warga adalah hal yang mendesak,” ungkapnya.
Danny menambahkan, dengan mengontrol kedisiplinan warga dalam menjalankan protokol kesehatan tidak bisa dilakukan dengan penerapan disiplin secara manual.
“Kita berhadapan dengan manusia yang kompleks. Untuk wilayah kota Makassar sendiri, dengan jumlah penduduk 2 juta jiwa, kami telah menyiapkan program berbasis IT. Health Protocol Guard insyaallah diharapkan akan menunjukkan efek yang signifikan. Meski begitu, dalam setiap program kami selalu mengedepankan prinsip Sombere’ dan Smart City serta menetapkan touching heart protocol, dengan tujuan untuk menyentuh hati masyakarat agar memahami dan ikut berpartisipasi aktif sebagai bentuk kepedulian,”tambah Danny.
Bahkan, ujar Danny, ia meyakini bahwa strong leadership mesti diikuti dengan adaptif leadership. Bersama semua warga Makassar, saya dan Bu Fatma optimis membawa Makassar kembali pulih dan menjadi lebih baik.(jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini