Headline

Bawa Bayi ke Lokasi Ujian, Menangis tak Capai Nilai SKD


Perjuangan Dua Bersaudara Anak Petani Lolos Jadi PNS di Bulukumba

BKM/MUH AMIN BERSAUDARA-Dua bersaudara Nurasma Hasni dan Nurhidayah yang berhasil menjadi PNS di lingkup Pemkab Bulukumba.

BULUKUMBA, BKM — Kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Dua perempuan kakak beradik di Kabupaten Bulukumba membuktikan hal itu. Mereka berhasil meraih cita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

DI kantor bupati Bulukumba, Selasa (16/2). Banyak orang berkumpul mengenakan baju seragam Korpri. Kompak mengenakan hijab warna hitam, dipadu rok warna senada. Mereka adalah PNS lingkup pemkab. Jumlahnya 248 orang.
Di antara jejeran PNS itu, ada yang menarik perhatian. Dua orang perempuan yang bersaudara kakak beradik. Masing-masing bernama Nurasma Hasni dan Nurhidayah.
Keduanya merupakan putri dari pasangan suami istri H Sato yang bekerja sebagai petani dan Hj Hamsina, seorang ibu rumah tangga. Nurasma dan Nurhidayah masih punya satu orang adik perempuan lagi bernama Sri Nurismi.
Keduanya memang dikenal kompak dalam segala aspek. Salah satunya dibuktikan di awal pendaftaran. Mereka sama-sama saling bertukar informasi yang berkaitan dengan proses pendaftaran, meski berbeda formasi dan jurusan. Perjuangan dilakoninya bersama kala menjalani tes di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional Kota Makassar di akhir tahun 2018 silam.
Sang kakak, Nurasma Hasni mendaftar pada formasi guru agama di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 25 Bulukumba. Sementara Nurhidayah, adiknya mengadu peruntungan untuk menjadi PNS di RSUD Andi Sulthan Daeng Radja. Tenaga gisi (nutrisionis) merupakan formasi yang dipilihnya.
Untuk meraih apa yang diperolehnya saat ini tidak semudah membalik telapak tangan. Perjuangan keras harus mereka lalui. Bahkan, cucuran airmata mewarnainya.
Hal itu terjadi usai menjalani seleksi kompetensi dasar (SKD). Nilai mereka tidak mencapai target yang telah ditentukan. Keduanya sudah pasrah dengan kenyataan itu. Nurasma dan Nurhidayah tak lagi terlalu berharap banyak untuk bisa menjadi abdi negara.
Namun, Tuhan punya rencana. Tak lama berselang, keduanya mendapat informasi yang menggembirakan. Setelah dilakukan perankingan, kedua bersaudara itu masuk dalam kategori untuk lanjut ke tahap selanjutnya, yaitu seleksi kompetensi bidang (SKB). Mereka kembali mempersiapkan diri dengan belajar guna mengikuti tes selanjutnya.
”Awalnya sempat sedih dan menangis karena tidak lolos SKD. Tapi pas selesai perankingan, saya berada di urutan ketika di antara enam yang lolos. Alhamdulillah, saya langsung mempersiapkan diri untuk menuju te SKB,” jelas Nurhidayah yang ditemui usai diambil sumpahnya sebagai PNS oleh Bupati Bulukumba H Sukri Sappewali.
Ia lalu menceritakan suka dan duka selama menjalani ujian di Makassar. Ketika mengikuti tes SKB, Nurhidayah harus membawa serta bayinya yang masih berusia empat bulan di kantor BKN.
“Anak saya waktu itu masih umur empat bulan. Saya terpaksa membawanya ke lokasi ujian biar mudah untuk menyusuinya di sela-sela menunggu waktu ujian,” terang perempuan yang karib disapa Yaya ini.
Ada satu prinsip yang dipegang teguh oleh Yaya selamat menjalani tes. Ia tidak pernah patah semangat demi meraih apa yang diimpikannya, menjadi seorang PNS tenaga gizi di rumah sakit.
“Sejak kuliah dulu, saya sudah punya mimpi untuk menjadi tenaga gizi di RS tanah kelahiran saya ini. Dan Alhamdullilllah itu sudah terwujud,” tuturnya.
Tidak jauh beda dengan adikinya, Nurasma Hasni yang akrab disapa Anni, juga mengaku sempat terpukul mendengar kabar tidak lolos tes SKD. Namun, hal itu tidak menyurutkan harapannya untuk menjadi seorang guru berstatus PNS.
“Awalnya saya juga tidak lolos mencapai nilai di SKD. Namun saat itu saya meyakini bahwa saya bisa masuk,” tandasnya. Keyakinan dan optimisme itupun terbukti.
Ada kisah menarik yang dilakoni Anni ketika meninggalkan Bulukumba untuk ikut tes di Makassar. ”Waktu itu saya ke Makassar bersama anak dan suami. Setiba di terminal saya pesan Grab untuk pertama kalinya. Sempat khawatir nanti kesasar. Ternyata tidakji,” kenangnya sambil tersenyum. (min/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.