Connect with us

Politik

Sebelas Ketua Parpol Belum Aman

Arief: Faktor Kekalahan Dalam Pilkada yang Lalu

-

MAKASSAR, BKM–Sedikitnya sebelas ketua partai politik (parpol) di Sulawesi selatan belum aman untuk kembali terpilih.
Kesebelas itu yakni Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel Dr HM Aras, Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel Rusdi Masse, Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua DPD Partai Hanura Sulsel Andi Ilhamsyah Mattalatta, Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Sulsel Badaruddin P Sabang, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Suzanna Kaharuddin , Ketua DPW Partai Perindo Sanusi Ramadan, Ketua DPD Partai Garuda Sulsel Ilham Abdullah serta Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel Moh Fadli Noer.
Adapum Partai Berkarya masih dilanda konflik dualisme kepengurusan.
Sebelumnya lima parpol telah memilih ketua baru serta ketua untuk periode kedua , ketiga dan keempat.
Mereka yakni Andi Ridwan Wittiri di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ashabul Kahfi di Partai Amanat Nasional (PAN), Taufan Pawe di Partai Golkar, Amri Arsyid di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Azhar Arsyad di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Satu parpol baru yakni Gelora Indonesia telah pimpin oleh Syamsari Kitta.
Pengamat politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad mengemukakan bila tidak ada jaminan terpilih tetapi peluangnya besar. “Mereka memiliki power mengendalikan jejaring partai. Tetapi jika kepemimpinannya dinilai buruk, bakal gagal kembali terpilih, apalagi ada manuver internal partai,”jelas Firdaus, Selasa (16/2).
Hal berbeda dikemukakan pengamat politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono.
“Saya pikir hampir semua ketua partai di sulsel akan terpilih kembali, kecuali yang menurut ad/art partainya sudah dianggap tidak bisa maju kembali, karena sudah selesai periodisasi yang kedua. Akan tetapi, faktor kekalahan dalam pilkada yang lalu, di beberapa daerah yang mengusung ketua partai itu, juga perlu menjadi bahan evaluasi bagi partai secara umum, apakah yang bersangkutan bisa memperoleh kesempatan untuk duduk kembali sebagai ketua partai atau tidak,”pungkas Arief. (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini