Headline

Dilantik Langsung, Sakralnya tak Hilang


11 Kepala Daerah di Baruga Pattingalloang, Ketua TP PPK di Ruang Tamu Rujab

MAKASSAR, BKM — Jadwal pelantikan 11 kepala daerah terpilih sudah dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rencananya akan digelar 26 Februari mendatang.
Prosesinya pun telah ditentukan. Pelantikan akan dilakukan secara langsung oleh Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah. Protokol kesehatan secara ketat diterapkan. Mereka yang hadir dalam ruangan jumlahnya dibatasi. Hanya kepala daerah terpilih dan wakilnya bersama pendamping masing-masing yang bisa masuk.
Hal itu disambut baik oleh Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto. “Saya kira itu usaha yang baik sekali. Ini menarik. Saya sangat setuju dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur,” ujar Danny, kemarin.
Menurutnya, pelantikan secara langsung memiliki nilai kesakralan yang sangat besar dibanding dilaksanakan secara virtual. “Kalau full virtual, sakralnya hilang. Boleh pelantikannya terbatas seperti yang akan dilakukan. Kan sakralnya tidak hilang,” tambah Danny.
Sejauh ini, lanjut lelaki yang juga pernah menjabat wali kota Makassar periode sebelumnya, semua persiapan pelantikan sudah siap. Mulai busana yang akan dikenakan hingga format kegiatan yang dilakukan setelah pelantikan.
Rencananya, Danny akan menggelar pidato kerakyatan di atas kapal Phinisi. Namun karena bertepatan dengan hari Jumat, maka pihaknya akan menyusun format apakah dilaksanakan langsung setelah pelantikan atau seusai salat Jumat.
“Ini baru akan kita susun. Persoalannya hari Jumat. Mepet waktunya. Pelantikan 08.30 Wita. Kalau on time, berarti bisa langsung dilanjutkan dengan Pidato Kerakyatan. Tapi kalau tidak, nanti ba’da Jumat,” terangnya.
Tim Danny-Fatma saat ini sementara menyusun undangan, siapa-siapa saja yang bakal hadir untuk menyaksikan pidato kerakyatan secara langsung. Diharapkan, minimal wakil ketua umum partai pengusung, yakni dari Nasdem. dan Gerindra berkenan hadir menyaksikan langsung peristiwa bersejarah tersebut.
“Sengaja dilakukan di atas kapal Phinisi untuk mencegah kerumunan. Kita tidak akan mengabaikan protokol kesehatan, ” tegasnya.
Usai dilantik, Danny mengaku akan langsung tancap gas. Salah satu yang pertama-tama akan dilakukan adalah melawan covid yang dinilai masih sangat mengkhawatirkan.

Lokasi Pelantikan Berubah

Sebelumnya, Gubernur HM Nurdin Abdullah memastikan pelantikan kepala daerah terpilih di pilkada serentak tahun 2020 dilakukan secara langsung alias tatap muka. Selain itu, disediakan fasilitas daring atau virtual bagi yang ingin menyaksikan prosesi pelantikan. Yang dilantik secara langsung adalah bupati dan wakil bupati terpilih serta ketua Tim Penggerak PKK.
“Ada virtual juga yang di daerah. Jadi masing-masing di daerah menunggu. Yang ke sini hanya bupati dan wakil bupati beserta seluruh ketua Tim Penggerak PKK,” ujar Nurdin, kemarin.
NA menyampaikan, Dirjen Kemendagri telah menyetujui untuk melaksanakan pelantikan secara langsung yang akan digelar pada 26 Februari mendatang.
“Pertemuan bersama Dirjen (Otda) yang diutus oleh Pak Menteri (Mendagri) ke sini. Yang inti saya mau sampaikan bahwa, surat kita untuk pelantikan hybrid itu direstui. Jadi nanti pelantikannya di Makassar sebagai ibu kota provinsi,” jelas Nurdin di Hotel Four Points by Sheraton usai bertemu Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik, Senin (22/2).
Ia menjelaskan bahwa peserta pelaksanaan pelantikan ini akan dibatasi dengan jumlah 25 orang. “Pesertanya tidak lebih dari 25 orang. Per ruangan nanti Dharma Wanita juga. Tanggal 26 kita pelantikan. Tanggal 25 malam SKnya datang, 26 kita pelantikan,” papar Nurdin.
Awalnya, lokasi pelantikan direncanakan dipusatkan di Ruang Pola Kantor Gubernur. Namun, sore hari kemarin terjadi perubahan. Untuk para bupati dan wakil bupati, pelantikannya di Baruga Pattingalloang Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Jalan Sungai Tangka. Sementara bagi ketua TP PKK akan dilantik di ruang tamu rujab gubernur.
Adapun 11 daerah yang kepala daerahnya akan dilantik yakni Kabupaten Gowa, Maros, Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Barru, Soppeng, Tana Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Bulukumba, Kepulauan Selayar dan Kota Makassar.
Sementara satu pasangan kepala daerah lainnya, yakni bupati-wakil bupati Toraja Utara akan dilantik Maret 2021 mendatang. Karena masa tugas bupati sebelumnya sampai bulan Maret.

Jangan Lengah

Guru Besar Kedokteran Unhas Prof Irawan Yusuf mengingatkan untuk tidak lengah dengan penyebaran covid-19 yang begitu cepat menulari. “Perlu diingatkan bahwa pemerintah patut meminimalkan risiko penularan di area yang banyak orang. Apalagi ini pelantikan, pasti akan ada banyak orang berkumpul dari daerah. Itu sangat berisiko tinggi untuk terjadinya penularan. Apalagi pelantikannya di area tertutup dengan durasi yang lama,” ujar Prof Irawan yang dimintai tanggapannya, kemarin.
Ia menjelaskan, hasil tes covid negatif bukan menjadi salah satu alasan kantor ataupun seseorang bisa melakukan aktivitas berkumpul. Sebab hasil itu hanya menunjukkan kondisi pada saat pemeriksaan. ”Pada detik berikutnya, setelah ada kumpul-kumpul atau kegiatan lain, hasilnya bisa berubah,” terangnya.
Hasil negatif, menurut Prof Irawan, tidak berarti aman untuk berkumpul. Yang terpenting adalah penerapan protokol kesehatan. Sebab sudah banyak kasus, yang lengah bisa menimbulkan klaster baru penyebaran covid-19 di Sulsel.
Ia berharap pemerintah bisa melihat kondisi saat ini dan menjadi contoh untuk masyarakat dalam mengurangi aktivitas. Ventilasi dan sirkulasi udara memegang peranan penting dalam penularan virus ini. (rhm-nug-ita)

Komentar Anda





Comments
To Top
.