Headline

Gratiskan Seragam Sekolah dan Bangun Gedung Kesenian


Program MYL-SS Memimpin Pangkep

BKM/NUR HAMZAH Muhammad Yusran Lalogau

PANGKEP, BKM — Bupati dan wakil bupati Pangkep terpilih tak lama lagi dilantik. Pasangan H Muhammad Yusran Lalogau-Syahban Sammana pun telah mempersiapkan program yang akan dilaksanakannya ketika memimpin daerah ini lima tahun ke depan. Dalam sesi podcast, BKM mewawancarai bupati yang tahun ini baru memasuki usia 29 tahun.

AWAL wawancara di kediamannya, Senin (22/2), bupati yang menggunakan singkatan MYL saat kampanye lalu, menuturkan apa yang dilakukannya hingga akhirnya terpilih untuk memimpin Pangkep periode 2021-2026. Secara pribadi, kata dia, kegiatan serta rutinitas yang dilakukannya selama beberapa bulan terakhir adalah turun langsung ke masyarakat melakukan sosialisasi.
MYL mengampanyekan program yang akan dilaksanakan bila diberi kepercayaan untuk menjadi bupati. ”Kami menawarkan program yang betul-betul bisa dirasakan dan memang dibutuhkan masyarakat,” ujar bapak dua putra ini.
Ia mencontohkan salah satu program tersebut, yaitu pemberian seragam gratis bagi pelajar yang masih duduk di bangku SD dan SMP. ”Kenapa itu yang kami pilih? Pertama, mungkin kalau diingat saya punya orangtua sewaktu duduk di bangku SD dan SMP ada rezeki untuk bisa membeli seragam sekolah sendiri. Tapi bagaimana dengan anak-anak dan teman-teman yang lain? Mungkin, bahkan hanya baju seragam sepupunya yang mereka pinjam. Ada baju yang dari kelas satu itu terus yang dipakai karena ketidakmampuan orangtuanya membeli seragam,” terang MYL.
Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap masih rendahnya keinginan orangtua untuk mendukung anak-anaknya melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. ”Ini yang kota dorong, bagaimana pemerintahan ke depannya bisa lebih memperhatikan pendidikan anak-anak. Bagaimana caranya mereka bisa lanjut ke tingkat yang lebih tinggi. Bukan hanya sampai SD atau SMP. Kita memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya anak-anak kita yang kurang mampu agar orangtua mereka bisa menyekolahkannya,” jelas Yusran.
Untuk SPP, menurut MYL, telah ada program pemerintah yang menggratiskannya. Termasuk untuk buku-buku. Yang selama ini disuruh membayar adalah seragam sekolah.
Sebagai seorang bupati dari kalangan millenial, Yusran dan pasangannya juga telah menyiapkan program bagi pemberdayaan kalangan muda di daerah ini. Termasuk mengaktifkan UMKM (usaha menengah, kecil dan mikro)yang ada di Kabupaten Pangkep. Bahkan, dirinya telah berbicara dengan pihak kementerian dan mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu pengembangan UMKM.
Sadar akan pentingnya menyalurkan bakat pemuda di bidang seni dan budaya, di masa kepemimpinannya Yusran akan membangun gedung kesenian. Dengan keberadaan gedung ini nantinya, sanggar-sanggar seni yang ada di Pangkep bisa aktif karena telah ada tempat yang menjadi wadah dan disiapkan oleh pemerintah.

Sektor lain yang jadi perhatian pasangan MYL-SS adalah sektor pertanian. Diakui Yusran, saat turun berkampanye, ia lebih menitikberatkan program pada sektor pertanian. Salah satu yang banyak dikeluhkan adalah masalah pupuk. Kerap terjadi kelangkaan pupuk di daerah ini. Setelah ditelusuri, ternyata hal itu disebabkan oleh penggunaan pupuk untuk sektor tambak (empang).
”Warga yang mengolah tambak bandeng masih tergolong tradisional. Mereka menggunakan pupuk untuk menumbuhkan ikan. Sementara yang punya RDK hanya anggota kelompok tani. Tidak ada untuk petambak. Kita perjuangkan agar petambak juga mendapatkan pupuk, dan itu sudah respons positif dari pusat,” terang Yusran.
Penanganan covid-19 juga menjadi salah satu program pasangan MYL-SS. Karena vaksin telah ada, masyarakat Pangkep diimbau untuk tidak takut melaksanakan vaksinasi. Untuk itu, perlu adanya sosialisasi agar tidak khawatir divaksin.
Ada pula program pengadaan kotak corona di setiap rumah-rumah penduduk. Kegunaannya mirip dengan kotak P3K dalam mobil.
”Andai kita terpapar corona, ada bermacam-macam alat serta buku yang ada di dalamnya. Itu bisa dijadikan sebagai panduan agar kita tidak panik. Saya sadar betul akan hal seperti itu, karena saya pernah kena (covid-19),” tandas Yusran. (pkl)

Komentar Anda





Comments
To Top
.