Metro

Kaji Wisata Bahari Bulukumba, Dosen UIT Raih Doktor di UNM


Dosen UIT Makassar Asba Hamid menjalani ujian promosi doktor di Aula PPs UNM, Selasa (23/2). Pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan.

MAKASSAR, BKM — Indonesia sebagai negara berkembang memiliki banyak destinasi pariwisata, namun belum memiliki infrastruktur yang memadai. Selain itu, masih banyak wisata bahari di Indonesia terjaga keasriannya.

Kabupaten Bulukumba memiliki potensi dan daya tarik wisata bahari. Jumlah objek wisata bahari begitu banyak dan mampu menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara. Hal itu mendasari Asba Hamid meriset dengan judul Strategi Pengembangan Destinasi Bahari di Kabupaten Bulukumba.

Ia mempertahankan disertasinya di depan tim penguji untuk meraih gelar doktor Ilmu Administrasi Publik. Ujian berlangsung, Selasa (23/2) di Aula PPs UNM dengan protokol kesehatan. Sidang dipimpin Prof Dr Anshari,MHum dengan anggota Prof Dr Haedar Akib,MSi, Prof Dr Rifdan,MSi, Prof Dr Chalid Imran Musa,MSi, Prof Dr Andi Agustang,MSi, dan Dr Muhlis Madani,MSi.

Ada tiga poin penting temuan riset dosen Universitas Indonesia Timur (UIT). Pertama, terdapat lima komponen pengembangan destinasi bahari di Kabupaten Bulukumba, yaitu atraksi, aksesbilitas, amenitas, fasilitas pendukung, dan kelembagaan belum optimal.

Kedua, faktor pendukung kelima komponen yang dibangun oleh pemangku kepentingan, sedangkan faktor penghambat minimnya SDM, infrastruktur kurang memadai, kebersihan dan keselamatan, lama tinggal wisatawan kurang, dan kesadaran masyarakat tentang potensi wisata yang layak dikembangkan.

”Ketiga, lima formulasi strategi kebijakan, pengembangan SDM, pengembangan sarana dan prasarana, promosi/pemasaran, dan pemanfaatan teknologi informasi,” jelas Asba Hamid.

Seusai menjawab semua sanggahan tim penguji, Asba Hamid dinyatakan lulus dengan IPK 3,89 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Dia tercatat sebagai doktor ke-915 PPs UNM dan ke-337 Prodi Ilmu Administrasi Publik.

Prof Dr Haedar Akib,MSi selaku promotor menilai disertasi bimbingannya sebagai aplikasi teori dan pengalaman dalam bidang kepariwisataan.

Kaprodi Prof Dr Rifdan,MSi mengapresiasi temuan riset ini dengan Model Lima-Lima strategi pengembangan destinasi wisata bahari. ”Hal ini sangat bermanfaat bagi pengembangan pariwisata,” ujarnya. (rls)

Komentar Anda





Comments
To Top
.