Headline

Lelang Jabatan Berproses, Danny: Akan Banyak Orang Baru


Pemkot Enggan Beberkan Tiga Besar Setiap Formasi

MAKASSAR, BKM — Tahapan lelang jabatan yang dibuka Pemkot Makassar untuk mengisi delapan formasi lowong sudah rampung. Tim seleksi (timsel) telah memilih tiga peserta terbaik untuk masing-masing formasi.
Namun, sejauh ini timsel masih enggan membeberkan nama-nama tersebut ke publik. Padahal, berdasarkan mekanisme seleksi terbuka, seluruh tahapan lelang harus dilaksanakan secara terbuka dan transparan.
Sejak awal, proses lelang jabatan yang diinisiasi Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menuai berbagai sorotan. Termasuk tidak ada koordinasi yang baik antara pj wali kota dan wali kota terpilih untuk membicarakan prosedur pemilihan kepala OPD tersebut.
Namun, Pj Wali Kota Rudy Djamaluddin mengklaim bahwa sejauh ini sudah tidak ada persoalan. Dia mengatakan, persoalan koordinasi dengan wali kota terpilih sesuai rekomendasi KASN sudah dilakukan.
“Makanya proses pendaftaran sempat ditutup. Setelah koordinasi dengan wali kota terpilih, kita buka kembali,” kata Rudy, Senin (22/2).
Dia melanjutkan, sebenarnya ada informasi yang tidak sampai ke KASN jika pihaknya sudah berusaha melakukan koordinasi dengan wali kota terpilih. “Ada informasi yang tidak sampai ke KASN bahwa kami sudah menginisiasi koordinasi sejak kami terima surat dari KASN. Tapi kita datang tidak ada orang. Datang yang kedua lagi, beliau (wali kota terpilih) ada tapi istirahat. Itu kita sudah berupaya dan itu yang tidak sampai ke KASN. Dikira kita belum jalan-jalan. Jadi informasi tidak nyampe,” terangnya.
Dia menegaskan, lelang tetap akan lanjut. Alasannya karena itu sudah perintah negara. “Justru kalau tidak dilanjutkan, saya salah. Surat izin Kemendagri ada. Rekomendasi KASN ada. Yang dinyatakan kurang diperbaiki,” jelasnya.
Soal tiga nama hasil lelang untuk setiap formasi yang sudah diajukan timsel, Rudy mengatakan secepatnya akan dikirim ke KASN. Namun, dia enggan membeberkan nama-nama yang dimaksud.
“Nama-nama tiga besar janganmi dulu disampaikan. Kasihan. Nanti saja,” kelitnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto enggan berkomentar jauh sekaitan dengan lelang jabatan yang saat ini tengah berproses di Pemkot Makassar. “Saya sebenarnya no comment terkait kebijakann tersebut,” ungkapnya, kemarin.
Yang pasti, kata lelaki yang akrab disapa Danny itu, begitu selesai pelantikan, pihaknya akan langsung menggodok “kabinet” yang akan membantunya dalam bekerja. “Setelah ini (pelantikan) langsung akan saya godok. Akan banyak orang baru, ” katanya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh BKM, proses lelang jabatan yang digelar Pemkot Makassar saat ini tidak sesuai aturan. Itulah kenapa Danny enggan menindaklanjutinya.
Kesalahan prosedural yang terjadi di antaranya timsel yang dibentuk tidak ada dari Pemkot Makassar. Koordinasi dengan wali kota terpilih seharusnya dilakukan sebelum proses lelang berlangsung. Dan berdasarkan aturan KASN, harus ada MoU antara pj wali kota Makassar dengan wali kota terpilih.
Selanjutnya, ada beberapa pelamar yang sebenarnya tidak memenuhi kriterja, namun berkasnya tetap diloloskan oleh timsel.
Selain itu, informasi terkait lelang jabatan tidak diumumkan di media massa. Semua dilakukan secara tertutup. Padahal karena seleksi terbuka, mekanismenya harus transparan. (rhm)

Komentar Anda





Comments
To Top
.