Gojentakmapan

Orangtua Murid Protes Pemotongan Dana PIP


JENEPONTO, BKM — Dana bantuan yang diperuntukkan siswa miskin atau kurang mampu yang disebut dana Program Indonesia Pintar (PIP), kembali dipersoalkan. Dana PIP ini diduga telah dipotong oknum kepala sekolah.
Salah satu oknum kepala sekolah di Kabupaten Jeneponto, yakni Kepala Sekolah Dasar Swasta (SDS) Muhammadiyah, di Kelurahan Pabiringan, Kecamatan Binamu, Misbahuddin, diduga melakukan pemotongan terhadap dana PIP untuk alokasi Tahun Anggaran 2020.
Misbahuddin diduga melakukan pemotongan dana PIP terhadap 28 siswa di sekolah yang dipimpinnya dengan nominal berbeda. Dikabarkan, untuk siswa kelas I yang berjumlah 10 orang penerima dana PIP sebanyak Rp225 000 per murid, kemudian dipotong dananya sebesar Rp50.000 per murid.
Sedangkan untuk murid kelas II sampai kelas VI yang menerima sebanyak Rp 450.000 berjumlah 18 orang siswa penerima dana PIP itu kemudian dipotong sebesar Rp100.000 per murid.
Adanya dugaan pemotongan dana PIP alokasi TA 2020 itu diketahui saat orangtua murid mengaku bernama Hakim Situju, menyampaikan kalau anaknya kelas 1 di SDS tersebut, seharusnya menerima dana PIP sebesar Rp225.000. Namun yang sampai di tangan anaknya hanya sebesar Rp175.000. Ada pemotongan Rp.50.000.
”Selain anakkua, juga sembilan temannya penerima dana PIP mendapatkan pemotongan Rp50.000 per murid,” ujar Hakim Situju saat ditemui di rumahnya Kampung Monro-monro, Kelurahan Pabiringa, Sabtu (20/2).
Lanjut Hakim Situju mengatakan, selain anaknya, kakak kelas anaknya penerima dana PIP yang berjumlah 18 orang, juga mengalami pemotongan. Sedianya mereka akan menerima dana PIP sebesar Rp450.000 per murid. Namun yang sampai ke murid hanya Rp350.000. Jadi ada pemotongan Rp100.000 per murid.
”Olehnya itu, kami meminta agar dana pemotongan tersebut dapat dikembalikan kepada anak-anak penerima dana PIP. Karena uang itu sangat berarti bagi kami orang miskin,” harap Hakim Situju.
Kepala SDS Muhammadiyah Binamu, Misbahuddin, membantah adanya pemotongan dana PIP. Yang benar, katanya, anak-anak atau orangtua murid memberi apresiasi kepada pihak sekolah. Jumlahnya tidak ditentukan.
”Terserah mereka. Kenapa uang kecil seperti itu dipermasalahkan. Sepertinya ada oknum yang sengaja mempermasalahkan. Kami tahu ada oknum yang ingin menggantikan posisi saya sebagai kepala SDS Muhammadiyah Binamu. Silakan kalau pimpinan yang menunjuk,” jelas Misbahuddin. (krk/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.