Connect with us

Politik

Chaidir Syam – Suhartina Bisa Pecah Kongsi

Irfan: Insya Allah Tidak Akan

-

MAKASSAR, BKM–Bupati Maros terpilih Chaidir Syam dan Wakil Bupati Maros terpilih Hj Suhartina Bohari dihawatirkan pecah kongsi saat melaksanakan tugas pemerintahan di daerah usai dilantik pekan depan.
Salah satu kekhawatiran, lantaran bupati dan wakil bupati ini tidak lagi dalam satu bendera yakni Partai Amanat Nasional (PAN).
Hal ini setelah Suhartina Bohari yang pernah tercatat sebagai anggota Fraksi PAN DPRD Maros semakin serius untuk memimpin Partai Golkar di Kabupaten Maros. Suhartina baru saja mengikuti uji kompetensi atau fit and proper test di Golkar Sulsel yang dipimpin Taufan Pawe tiga hari lalu.
Pertimbangan kedua yakni sejak awal Suhartina Bohari didorong untuk maju sebagai calon bupati, namun akhirnya kandas setelah ada sejumlah tokoh yang menginginkan agar keduanya berpasangan saja. Suhartina yang juga adik ipar Bupati Maros Hatta Rahman dikabarkan mengalah dan menerima posisi 02 atau calon wakil bupati.
“Jadi sudah ada dua alasan yang menjadi dasar jika mereka akan bersaing membesarkan partai yang akan dipimpinnya nanti,”jelas Rahman, warga Makassar asal Kabupaten Maros, Selasa (23/2)
Seperti diketahui Chaidir Syam merupakan sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten Maros dan ketua BP PAN Provinsi Sulawesi Selatan.
Keduanya tentu punya harapan agar kursi pimpinan DPRD yang saat ini dipegang oleh kader Partai Golkar akan direbut kembali oleh PAN atau partai lain.
Wakil ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel Andi Muh Irfan AB yang dimintai tanggapannya soal potensi pecah kongsi tidak begitu yakin. “Insya Allah tidak akan pecah kongsi,”ujar Irfan AB yang juga ketua tim pemenangan pasangan Chaidir Syam – Suhartina Bohari pada pilbup 9 Desember 2020 lalu ini.
Pemerhati politik dari PT Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai jika Suhartina yang nantinya memimpin Partai Golkar Maros tentu ada sisi positifnya dan negatifnya.
“Positifnya manakala pemerintahan Chaidir – Suhartina akan kuat karena dukungan parlemen yang juga kuat. Sehingga kontol politik kuat bagi mereka bedua, namun untuk sisi negatifnya yakni potensi besar 2024 keduanya kembali maju tanpa harus berpasangan,”jelas Suwadi Senin kemarin.
Suwadi beralasan sebab Partai Golkar 2024 miliki tujuh kursi untuk cabup 2024. Sebab pilkada 2024 kemungkinan besar masih menggunakan kursi hasil pileg 2019. (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini