Connect with us

Headline

Diduga Soal Jabatan, Dua Dosen Bertikai

-

MAKASSAR, BKM — Sebuah video pendek viral di media sosial dalam dua hari terakhir. Di dalamnya berisi pertikaian antara seorang perempuan dan laki-laki. Mereka saling serang dengan cara menendang. Keduanya disebutkan sebagai dosen di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Ironisnya, aksi tak terpuji itu berlangsung di depan mahasiswa.
Kepala Humas UMI Makassar Nurjannah Abna yang dikonfirmasi, Selasa (23/2), tidak menampik hal itu. Menurutnya, kasus tersebut telah ditangani oleh pimpinan fakultas dan telah dilakukan mediasi untuk menuntaskan penyebab sehingga insiden tersebut terjadi. “Sudah diselesaikan dekannya, dek. Semoga sudah selesai,” ucapnya.
Mereka yang terlibat perkelahian tersebut adalah Muhajir, dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Sementara yang perempuan adalah Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Dr Hadawiah.
Penyebabnya pertikaian itu dipicu saat sejumlah tenaga pengajar UMI melakukan rapat secara daring. Namun dalam rapat tersebut terjadi perbedaan pendapat Muhajir dan Hadawiyah. Lantas, Muhajjir menuliskan komentar di dalam chat room yang meminta Hadawiyah mundur dari jabatannya sebagai Kaprodi Ikom UMI.
“Saya foto itu chatnya di room yang suruh saya mundur (jabatannya), lalu saya sampaikan ke group pimpinan. Saya juga sampaikan ke dia maksudnya apa tulis kata-kata begitu. Apa dia mau gantikan saya. Tapi dia memang selalu cari masalah sama saya. Sudah tidak suka memang saya,” beber Hadawiah saat dikonfirmasi.
Setelah rapat itu selesai, seminggu kemudian Muhajir mengirimkan pesan ke Hadawiah untuk meminta maaf kepada dirinya atas penyataannya di rapat dan pesan yang dikirimkan ke pimpinan. “Saya tidak ada masalah sama dia. Bahkan dia chat saya, bilang minta maaf memang sebelum saya ke kampus. Itu kan ancaman ke saya. Nah, kemarin itu saya lagi bimbing mahasiswa. Dia datang, terus marah-marah pukul saya pakai botol dan tendang saya di depan mahasiswa,” terangnya.
Hal berbeda disampauikan Ketua Jurusan Pendidikan Sastra Inggris Muhajir. Ia mengaku melakukan tindakan tersebut karena keberatan dengan kata-kata yang dilontaran Hadawiah di dalam rapat dan di grup pimpinan fakultas bahwa dirinya ingin menggantikan posisinya. Untuk itu dia mendatangi langsung Hadawiah.
“Saya tidak ada maksud apa-apa. Tapi dia fitnah di group. Waktu saya sampai di kampus untuk ketemu, saya ajak masuk ke ruangannya, dia tidak mau. Dia bentak-bentak saya di depan mahasiswa, saya malu. Kebetulan ada botol air mineral saya pegang, saya pukul mulutnya. Saya dan dia sudah di mediasi oleh fakultas,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan Faklutas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof Muhammad Basri Dalle mengaku kejadian yang melibatkan dosen di fakultasnya hanya dipicu kesalahpahaman. Ia juga telah mendamaikan keduanya sebelum dibawa ke tingkat universitas.
“Soal kesalahpahaman saja dan saya berpikir itu aksidental. Kami sudah panggil mereka berdua dan damaikan. Karena tingkatan di fakultas itu harus ada upaya, sebelum dikirim ke tingkat universitas. Semoga insiden ini tidak terjadi lagi,” tandasnya. (ita)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini