Connect with us

Kriminal

Polisi Gagalkan Sabu Seharga Rp1 M

-

NARKOBA -- Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Yudi Frianto, Kasat Reskrim Polrestabes, Kompol Agus Khaerul, Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edi Supriadi Idrus, dan Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Indra Waspada saat memberikan keterangan pengungkapan sindikat dan jaringan narkoba kepada wartawan di aula Mappaoddang, Polrestabes Makassar, Rabu sore (24/2).

MAKASSAR, BKM — Tim Jatanras Polrestabes Makassar dan Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, pada Selasa malam (23/2), berhasil mengungkap dan menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat satu kilogram seharga Rp1 miliar.
Narkoba tersebut diamankan dari tiga orang terduga sindikat dan jaringan pengedar narkoba jenis sabu di Makassar. Ketiga terduga pengedar tersebut masing-masing bernama AAN (21) dan dua orang kakak beradik bernama Indah (26) dan adiknya berinisial FK (16) masih duduk di bangku sekolah di salah satu SMA di Makassar.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Yudi Frianto, Kasat Reskrim Polrestabes, Kompol Agus Khaerul, Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edi Supriadi Idrus, dan Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Indra Waspada melalui press release, Rabu sore (24/2), di aula Mappaoddang Polrestabes Makassar, mengemukakan, di antara ketiga sindikat dan jaringan pengedar narkoba pertama ditangkap adalah kakak beradik di Jalan Veteran dan kemudian dikembangkan menangkap tersangka AAN di Jalal Kalampeto Makassar.
Barang bukti di TKP pertama milik kakak beradik ditemukan tiga paket sabu, tujuh buah pipet, tiga buku tabungan BCA, satu buah timbangan elektronik, dua buahdompet, satu buah korek gas, dan dua paket pil ekstasi warna ungu yang sudah dihancurkan serta beberapa unit handphone (HP) atau gawai.
Sedangkan TKP kedua dari tangan tersangka AAN ditemukan satu dos kardus di atasnya terdapat bungkusan besar Milo, dan biskuit di bawahnya satu bungkus plastik besar berisi satu kilogram sabu seharga Rp10 miliar.
Dari keterangan tersangka kakak beradik barang bukti tersebut dikirim seorang bandar narkoba bernisil Wil melalui jasa pengiriman ditujukan kepada tersangka Indah. Kemudian Indah menyuruh adiknya mengantar kepada AAN untuk diedarkan.
Tersangka Indah yang sudah cerai dengan suaminya mengemukakan, selama tiga mendapat kiriman dari Wil dan kemudian diantar ke AAN mendapat imbalan dari AAN sebanyak Rp50 juta.
Kapolrestabes menambahkan, ketiga tersangka merupakan sindikat dan satu jaringan narkoba jenis sabu. Saat ini penyidik Sat Narkoba Polrestabes Makassar masih mengembangkan keterangan para terduga pelaku untuk mencari bandar dan pengedar sabu lainnya. (jul)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini