Connect with us

Headline

Selamat Datang Para Pemimpin Baru

-

MAKASSAR, BKM — Hari yang ditunggu-tunggu itu pun akhirnya tiba. Sebanyak 10 pasangan bupati dan wakil bupati, serta satu pasangan wali kota dan wakil wali kota hasil pemilihan kepala daerah serentak 2020 lalu, akan dilantik hari ini, Jumat (26/2).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyiapkan secara detail jalannya proses pelantikan 11 kepala daerah tersebut di Baruga Pattingalloang, Jalan Sungai Tangka, Makassar. Mereka adalah

Moh Ramdhan Pomanto-Hj Fatmawati Rusdi (wali kota dan wakil wali kota Makassar)
, HAS Chaidir Syam-Hj Suhartina Bohari (bupati dan wakil bupati Maros)
, Muhammad Yusran Lalogau-Syahban Samanna (bupati dan wakil bupati Pangkep)
, H Suardi Saleh-Aksa Mappe (bupati dan wakil bupati Barru)
, H Andi Kaswadi Razak-H Luthfi Halide (bupati dan wakil bupati Soppeng)
, Hj Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (bupati dan wakil bupati Luwu Utara)
, H Thoriq Husler-Budiman (bupati dan wakil bupati Luwu Timur)
, Theofillus Allorerung-Zandrak Tombeg (bupati dan wakil bupati Tana Toraja)
, Adnan Purichta IYL-Abd Rauf Malaganni (bupati dan wakil bupati Gowa)
, HA Muhtar Ali Yusuf-HA Eddy Manaf (bupati dan wakil bupati Bulukumba), serta H Basli Ali-Saiful Arif (Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar).
Sebenarnya, dari 11 kepala daerah terpilih tersebut, satu di antaranya meninggal dunia, yakni H Thoriq Husler. Karena itu, yang akan mengikuti pelantikan hanyalah Wakil Bupati Budiman.
Asisten I Bidang Pemerintahan, Andi Aslam Patonangi mengatakan, keamanan dan penegakan protokol kesehatan, sudah diatur diatur oleh pemprov sejak kemarin.

“Kita sudah bagi ring. Di dalam ruangan (Baruga Pattingalloang) adalah ring satu. Itu tugasnya teman-teman (Satgas Covid-19) yang menjaga protokol kesehatan. Mereka yang mengawasi kalau ada yang melanggar protkes,” kata Aslam yang ditemui usai gladi di Baruga Pattingalloang.

Lalu ada juga ring dua yang berada di dalam pagar rujab gubernur.
“Sementara ring tiga di luar mengelilingi gubernuran. Di sana yang menjaga Satpol-PP dan Dishub. Kemungkinan kita juga undang personel Brimob, Polrestabes dan Kodim berjaga di ring dua dan ring tiga,” tambahnya.

Aslam menegaskan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan massa di sekitar lokasi pelantikan. Utamanya simpatisan dari kepala daerah yang akan dilantik.

“Kami mengingatkan teman-teman para simpatisan dan pendukung kepala daerah, bahwa ketemuji sebentar kalau keluar. Di luar pun kita sudah sampaikan kepada Kabag Pemerintahan di setiap daerah yang kepala daerahnya dilantik untuk tidak membawa tambahan orang,” jelasnya.

“Begitu pun di daerah mereka yang mengikuti secara virtual. Diharap tidak berkerumun,” tambah Aslam.

Selain keamanan, Pemprov Sulsel juga telah meminimalisasi akses perjalanan di sekitar gubernur. Yaitu dengan menutup dua ruas jalan yang berada di utara dan barat.

Andi Aslam mengatakan, dua akses jalan di sekitar gubernuran Sulsel akan ditutup.

“Dua jalan itu, masing-masing Jalan Sungai Tangka dan Jalan Gunung Klabat ditutup. Jalan Sungai Tangka itu mulai pertigaan dengan Jalan Sungai Saddang. Sedangkan Jalan Gunung Klabat mulai pertigaan Sudirman sampai pertigaan Gunung Merapi,” terangnya.
Sementara Jalan Sungai Saddang dan Jalan Jenderal Sudirman tidak ditutup karena merupakan akses utama. Menurutnya, penutupan jalan dilakukan agar aktivitas di sekitar lokasi pelantikan tidak ramai dan menimbulkan kepadatan.

“Ditutupnya mulai jam 6 pagi sampai pelantikan selesai,” jelasnya.

Harapan untuk yang Dilantik

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dwia Ariestina Pulubuhu berharap mereka yang dilantik bisa bekerja lebih produktif dan bisa membangun daerah yang selama lima tahun ke depan. “Tentu saya menyampaikan selamat kepada kepada kepala daerah yang terpilih. Jalankan tugas sesuai harapan mereka. Terus berikan dedikasi dan pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap ada upaya produktif membangun daerahnya masing-masing sehingga lebih maju,” ujarnya, kemarin.
Apalagi, pemimpin yang terpilih saat ini harus bekerja lebih maksimal lagi dalam menanggulangi wabah pandemi covid-19. “Pemimpin yang terpilih di Sulsel ini harus menghadapi situasi pandemi covid-19. Mereka tentu harus berpikir dan mengoptimalkan kinerjanya dalam pemimpin. Masyarakat dan kita semua ini bisa saling membantu mengatasi permasalahan yang ada,” ujarnya.
Selain itu, Prof Dwia menuturkan bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah di tengah kondisi saat ini. Diperlukan adanya team work dan komunikasi semua pihak. “Selamat bekerja dan semoga bisa menjaga amanat rakyat,” tuturnya.
Tokoh masyarakat Gandangbatu Sillanan, Tana Toraja, Enos Karoma mengapresiasi pelantikan pasangan bupati dan wabup Tator Theofilus Allorerung-Zandrak Tombeg. Mantan sekretaris kabupaten (sekkab) Toraja ini menyebut Theo-Zandrak merupakan pemimpin visioner dan sederhana.
Kata dia, keduanya purna bakti pamong tulen sejati. Saat Theo menjabat bupati periode 2010-2015, wakilnya Zandrak Tombeg menjabat sebagai Kadis Kesehatan, sehingga masa kepemimpinannya kelak saling melengkapi.
Theofilus kelahiran Saluputti 17 Oktober 1957 silam, memiliki seorang putri bernama Gracia Imelda Ra’tuk Allorerung, buah pernikahannya dengan Yariana Somalinggi. Di DPRD Tana Toraja, Gracia dijuluki ‘singa betina’ lantaran kritis atas kebijakan bupati yang melanggar aturan.
Theo sebelum pulang kampung jadi bupati, pernah menjabat wakil ketua Bawasda Sulsel hingga kepala Inspektorat Sulsel. Pada pilbup 2015 lalu, Theo maju berpasangan dengan Adelheid Sosang Situru.
Politisi Partai Demokrat Tana Toraja Jufri Sambara turut mengucapkan selamat atas pelantikan Theo-Zandrak. Menyambut pemimpin baru periode 2021-2024 ini, banyak harapan warga yang hendak diwujudkan. Utamanya pemulihan ekonomi di tengah mewabahnya virus covid-19. Lantaran masyarakat takut langgar protokol kesehatan (prokes), aktivitas pun terbatas guna menghindari kerumunan.
Jupri Sambara yang kini tercatat sebagai anggota Fraksi Demokrat DPRD Sulsel ini yakin, bupati dan wabup mampu mengimplementasi visi-misi yang ditawarkan kepada masyarakat semasa kampanye. Khususnya pemulihan ekonomi pascabencana non alam.
Pengusaha Papua ini menilai jika Theo-Zandrak akan mampu mengembalikan Tana Toraja sebagai daerah tujuan wisata yang tidak kalah dengan daerah wisata lainnya seperti Bali. Apalagi jika sumber pendapatan asli daerah (PAD) dioptimalkan dan dikelola dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi melaju cepat seiring meningkatnya kebutuhan dan perkembangan zaman di era digital.
“Partai Demokrat yang berkoalisi dengan Partai Gerindra, dan PKPI mengusung Theo-Zandrak siap mendukung dan mengawal, serta bersinergi dengan provinsi terkait program pembangunan yang akan dilaksanakan demi rakyat Tana Toraja,” ujar Jufri Sambara.
Terpisah, tokoh masyarakat Kabupaten Bulukumba, H Patudangi berharap pasangan bupati dan wakil bupati A Muchtar Ali Yusuf dan HA Edy Manaf (Andi Utta-Edy Manaf) dapat menjadi pemimpin yang amanah
“Semoga beliau amanah dalam menjalankan kepercayaan rakyat. Semoga pula Kabupaten Bulukumba lebih maju dan berkembang,” harap wakil ketua DPRD Bulukumba ini.
Selain itu, ia mengucapkan rasa terima kasih setinggi-tinginya pada masyarakat Bulukumba. Sebagai relawan A Muhtar Ali Yusuf dan A Edy Manaf, ia memohon maaf atas kesalahan dan kekurangan selama proses pemilihan.
“Kami atas nama tim A Muhtar Ali Yusuf dan A Edy Manaf mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dan kekurangan kami. Mari kita rajut silaturahmi ke depan yang Iebih baik untuk Bulukumba damai sejahtera,” jelas legislator Partai Gerindra ini.
Selamat datang para pemimpin baru! (nug-ita-gus-min)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini