Connect with us

Headline

Danny Salat Dhuha, Adnan Sungkem ke Ibu dan Nenek

-

IST SERAGAM-Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto ditemani istrinya Indira Jusuf Ismail, Kamis (25/2) mencoba seragam yang akan dikenakannya pada pelantikan hari ini, Jumat (26/2). Sebelum pelantikan, dilaksanakan gladi di Baruga Pattingalloang Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Sungai Tangka.

SISA menghitung jam Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto akan resmi menjadi orang nomor satu di Kota Makassar. Ya, hari ini, Jumat (25/2), Danny bersama wakilnya yang merupakan perempuan pertama menjabat sebagai wakil wali kota, Hj Fatmwati Rusdi akan dilantik.
Menjelang hari H, tak ada persiapan khusus yang dilakukan pasangan Danny-Fatma. Kecuali mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan saat pelantikan.
Sehari sebelumnya, Kamis (25/2) Danny-Fatma mengikuti gladi bersih di Baruga Karaeng Pattingalloang, kawasan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Kelara. Setelah itu, Danny melakukan zoom meeting dengan seluruh pendukungnya untuk memastikan prosesi pelantikan dan seluruh rangkaian acara yang telah disusun bisa berjalan lancar.
Yang paling utama, dia mewanti-wanti kepada mereka untuk tidak bergerombol dan berkerumun saat menyaksikan perhelatan sakral tersebut. “Saya sudah wanti-wanti kepada seluruh komunitas, tim, pendukung agar sebaiknya menyaksikan proses pelantikan secara live di rumah masing-masing. Jangan berkerumun,” ujarnya.
Sebelum ke lokasi pelantikan, juga tak ada agenda khusus yang akan dilakukan Danny. Sama dengan rutinitas dan aktifitas di hari-hari biasa, di pertiga malam, Danny salat tahajjud, selanjutnya salat subuh.
Usai salat subuh, persiapan untuk ke lokasi pelantikan sudah akan dilakukan. Pasalnya, berdasarkan jadwal, pelantikan akan dilaksanakan pukul 07.30 Wita. Namun, sebelum berangkat ke lokasi, Danny akan melaksanakan salat dhuha terlebih dahulu.
“Ritual saya biasaji. Salat tahajjud. Salat subuh. Biasa itu. Tidak ada khusus. Kalau doakan orangtua, itu bukan mau dilantik atau tidak. Karena setiap saat saya doakan orangtua. Insyaallah besok (hari ini) kita berdoa. Jam 7.30 sudah harus di lokasi, berarti ya kita salat dhuha sama-sama baru jalan,” jelasnya.
Karena undangan sangat terbatas, maka Danny hanya akan didampingi sang istri Indira Mulyasari Paramastuti. “Ke rujab, berdua sama ibu. Dua mobil rencana. Saya bersama Bu Indira,” tandas Danny.

Sungkem ke Ibu

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Wakil Bupati Abd Rauf Malaganni akan menjadi bagian dalam pelantikan ini. Sebelum dilantik, keduanya sama-sama melakoni tradisi keluarga, yakni doa bersama sekaligus minta restu menjalankan amanah rakyat Gowa.

Pada  periode kedua memimpin Kabupaten Gowa (2021-2026) ini, Adnan tidak melakukan persiapan besar. Hal itu dikarenakan saat ini tengah berada di tengah pandemi covid-19.

Saat dikonfirmasi BKM, Kamis (25/2) siang melalui pesan WhatsApp, Adnan mengakui hal itu. Ia hanya melakukan persiapan kecil yang merupakan tradisi biasa, yakni sungkeman minta restu ke ibundanya tercinta Hj Novita Ichsan, serta neneknya Hj Nurhayati Yasin Limpo.

“Insyaallah besok (hari ini) sungkem dulu sebelum berangkat pelantikan. Setelah pelantikan saya ziarah ke makam bapak (almarhum H Ichsan YL),” kata Adnan singkat.

Hal sama dilakukan Abd Rauf Malaganni. Sebelum datang ke pelantikan, putra Karaeng Manuju ini menggelar doa bersama keluarga besarnya. Selanjutnya, usai pelantikan melakukan ziarah ke makam orangtuanya.

Pada Kamis (25/2), Adnan dan Rauf bersama para kepala daerah dan wakilnya mengikuti gladi bersih pelantikan bersama 10 pasangan bupati lainnya di Baruga Pattingalloang dalam kawasan rujab gubernur.

“Saya sementara mengikuti gladi bersih supaya tahu proses yang akan terjadi sehingga tidak ada kendala selama pelantikan berlangsung,” kata Adnan di sela gladi, kemarin.

Mengikuti gladi pelantikan dianggap penting, karena saat ini proses pelantikan berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya pelantikan dilakukan secara terbuka, kini pelaksanaannya sangat terbatas dan tertutup. Protokol kesehatan yang ketat diterapkan guna menekan penularan covid-19. 

Untuk pelantikan yang dilaksanakan secara langsung, Adnan berharap dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala. Selain itu, prokes tetap jadi prioritas selama prosesi pelantikan berlangsung.

Dalam gladi pelantikan, Adnan datang bersama istrinya Priska Paramita Adnan. Begitu juga Rauf datang didampingi Mussadiyah Rauf. Istri Adnan dan Rauf ini hadir untuk turut menjalani pelantikan sebagai ketua dan wakil ketua Tim Penggerak PKK Gowa.

Bupati Maros terpilih Andi S Chaidir Syam juga mengikuti gladi pelantikan sebagai calon bupati, kemarin. ”Kita lakukan gladi dengan menerapkan protokol kesehatan. Itu yang utama,” ujarnya.
Chaidir mengaku telah melakukan beberapa hal demi kelancaran proses pelantikan. “Alhamdulillah sudah siap. Kita sudah siapkan semuanya. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa, untuk program 100 hari kerja setelah dikukuhkan menjadi bupati, terpenting adalah mendukung penanganan dan pengendalian covid-19 di Kabupaten Maros.
“Terutama bagaimana di 100 hari kerja ini kita mendata potensi pemuda. Selanjutnya mereka kita beri keterampilan,” jelas Chaidir.
Chaidir menjelaskan, kondisi di tengah pandemi covid-19 ini penting diketahui potensi-potensi dari generasi muda guna mengurangi angka pengangguran, sekaligus membangkitkan UMKM.
“Ya, salah satunya itu yang menjadi utama. Insyaallah kita akan membenahi itu, sambil juga melihat di persoalan pendidikan dan kesehatan,” kata mantan wakil ketua DPRD Maros ini.
Selain itu, lanjutnya, sebagai daerah dengan potensi parawisata yang cukul besar, penting juga untuk memulihkan perekonomian di sektor tersebut. (rhm-sar-rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini