Connect with us

Headline

AAS Plt Gubernur, Parpol Siapkan Cawagub

-

MENYUSUL penahanan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah oleh KPK, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menunjuk Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman sebagai pelaksana tugas (plt) gubernur. Penunjukan tersebut untuk mengisi kekosongan yang terjadi agar roda pemerintahan tetap berjalan. Hal itu disampaikan langsung oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, Minggu (28/2).

“Kalau ditahan tentunya kita merujuk kepada ketentuan pasal 65 UU 23/2014. Artinya, kalau ditahan kan beliau (Nurdin Abdullah) tidak bisa melaksanakan tugas-tugasnya. Sehingga kita hari ini (kemarin) menugaskan wakil gubernur jadi pelaksana tugas,” jelas Akmal.

Akmal mengatakan, Andi Sudirman akan memimpin pemerintahan di Sulsel hingga ada putusan resmi dari pengadilan perihal kasus yang menjerat Nurdin.

Meski begitu, Andi Sudirman tidak akan serta merta langsung dilantik sebagai gubernur definitif jika Nurdin ditetapkan sebagai terdakwa.

“Kalau Pak Nurdin terdakwa, itu nanti akan diberhentikan sementara dulu. Kita kan menghormati prosedur hukum,” kata Akmal.

Akmal menjelaskan, penetapan Andi Sudirman sebagai gubernur definitif tidak akan otomatis meskipun hasil putusan nanti berakhir inkrah. Sebab, menurutnya, ada prosedur panjang yang harus dilalui.

“Nanti pasti DPRD mengusulkan dulu. Berdasarkan salinan putusan dari pengadilan DPRD mengusulkan kepada presiden melalui menteri. Tapi masih panjang. Kita hormati proses hukum dulu,” katanya.

Sementara Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, bahwa hanya posisi plt yang saat ini dijabatnya hanya bersifat sementara untuk mengisi kekosongan. Hal ini karena sistem roda pemerintahan dan pelayanan harus tetap berjalan.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Tentu amanah dari Allah ini sebagai ujian. Setiap orang di antara kita akan diuji. Saya berdoa semoga turunnya amanah ini bersama inayah dan taufiq-Nya. Kami berharap dukungan semua dalam bekerja yang sinergi demi masyarkat banyak,” ungkapnya.

PAN Sebut Ashabul Kahfi

Tiga partai politik yang menjadi pengusung pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih HM Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) mulai mempersiapan nama manakala diminta untuk mengajukan bakal calon wakil gubernur, usai penangkapan NA oleh KPK. Ketiga parpol itu yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel Andi Ansyari Mangkona yang dimintai tanggapannya, mengaku belum ingin berkomentara banyak. “Saya belum mau berkomentar, Ndi. Yang jelas, partai pengusung yang punya hak itu,” ujar ketua Fraksi PDIP DPRD Sulsel ini, Minggu (28/2).
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel Andi Irwandi Natsir, mengemukakan bahwa semua anggota fraksi PAN tentu layak. “Tapi sebagai kader, kami lebih mengedepankan ketua DPW bapak Ashabul Kahfi. Ke depannya dibutuhkan sosok orang tua yang memiliki pengalaman yang mumpuni untuk mendampingi Pak Andi Sudirman Sulaiman dua tahun ke depan,” jelas legislator PAN Sulsel dua periode ini.
Hal sama disampaikan Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Dr Usman Lonta. “Pak Kahfi sangat layak. Beliau kita akan dorong,” jelas Usman Lonta.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel Sri Rahmi mengungkapkan bila sesuai aturan, dikembalikan ke partai koalisi untuk disepakati siapa yang akan menggantikan. “Bisa dari parpol, akademisi. Kalau dari parpol, pasti semua parpol koalisi punya kader yang mumpuni di posisi itu, termasuk PKS. Kalau mekanisme di PKS akan dibicarakan di internal,” ucap Sri rahmi yang juga ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel.
Mantan Ketua DPW PKS Sulsel Surya Darma mengungkapkan bila pihaknya masih menunggu perkembangan kasus Nurdin Abdullah. Karena posisi Andi Sudirman sebagai gubernur definitif bisa ditetapkan setelah perkara NA dinyatakan inkrach di pengadilan. (nug-rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini