Connect with us

Headline

Obsesi Mendorong Kaum Millenial Geluti Usaha Pertanian

Muh Ilmi Ikhsan Sabur, Mahasiswa Unhas Pengagas Platform Vestanesia

-

BKM/NUR HAMZAH Muh Ilmi Ikhsan Sabur

MAKASSAR, BKM — Kebutuhan pangan kian hari semakin meningkat, seiring terus bertambahnya populasi manusia. Kondisi ini menimbulkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk pertanian. Namun dalam proses berjalannya produksi pertanian tersebut, kondisi petani yang melakukan usaha tani rerata berumur 55 ke atas. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah minimnya pemuda yang berminat menjalankan usaha tersebut.

PARA pemuda enggan berusaha tani dikarenakan mereka lebih tertarik terhadap profesi lain. Juga menganggap pertanian merupakan pekerjaan kelas bawah dan kurang menghasilkan profit yang menguntungkan. Selain itu, tidak sedikit dari para pemuda itu kekurangan modal dalam memulai usaha tani. Persoalan modal inilah yang menyebabkan kurangnya produksi di bidang pertanian.

Sebuah platform investasi pertanian digital Indonesia muncul mewadahi hal itu. Digagas oleh empat orang millenial. Namanya Vestanesia. Hadir di tengah masyarakat untuk menjadi penghubung semua orang ke sektor pertanian guna membantu mendanai pengembangan usaha tani.
Salah seorang dari millenial tersebut adalah Muh Ilmi Iksan Sabur. Mahasiswa yang karib disapa Ilmi saat ini berkuliah di Universitas Hasanuddin (Unhas).
“Platform ini hadir untuk membuat petani untung sebesar besarnya, sehingga ada harapan baru di sektor pertanian. Dengan cara ini, kita bisa menyentuh anak-anak muda melalui digital. Apalagi kita sekarang berada di era generasi Z yang sudah menyentuh sektor pekerjaan,” ujar Ilmi dalam sesi podcast di studio Harian Berita Kota Makassar Lantai 3 Gedung Graha Pena.
Menurutnya, anak muda yang ada saat ini nantinya menjadi tulang punggung di sektor pertanian. Mengapa? Karena mereka lebih adiktif terhadap teknologi. Kemudian, punya manajerial yang lebih bagus dibandingkan dengan petani-petani yang adan sekarang. Usia mereka sudah terbilang lanjut.
”Kita mau anak muda yang menjadi agen untuk menciptakan pangan bagi keberlangsungan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Semangat perubahan inilah yang berusaha mereka bangun dan sebarkan kepada para milenial untuk terus memajukan sektor pertanian. Sekaligus menghadirkan harapan baru dalam berusaha tani dengan sistem digitlisasi yang menghimpun para petani muda. Juga memberi bimbingan dan modal sehingga mampu menghasilkan pangan yang berkualitas, siap ekspor dan dalam skala yang besar serta menguntungkan semua pihak. (pkl)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini