Connect with us

Bisnis

SWI Sudah Masukkan GMN Dalam Daftar Investasi Ilegal

-

JAKARTA, BKM — Sebanyak 14 wakil dari 124.000 investor melaporkan PT Global Media Nusantara (GMN) ke polisi karena merasa ditipu melalui tawaran investasi bisnis pohon jati kebon (jabon).
Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tongam L Tobing, mengatakan, SWI sudah memasukkan GMN dalam daftar investasi ilegal pada Agustus 2016. Namun, mereka masih melakukan usahanya.
Pada Juli 2017, SWI kembali memanggil GMN. Dan saat itu, perusahaan tersebut sudah sepakat dan menandatangani surat pernyataan terkait penghentian kegiatannya. Tongam mengingatkan, dalam berinvestasi jangan hanya mengandalkan asas kepercayaan semata.
Perlu hati-hati pada tawaran investasi dengan iming-iming imbal hasil tinggi dan tanpa risiko. Sebenarnya banyak instrumen investasi yang bisa masyarakat ikuti dengan aman. Seperti membeli aset berupa tanah, rumah, emas atau menempatkan dalam surat berharga.
Penting masyarakat ketahui, tawaran investasi di sektor agrikultur atau perkebunan memang tidak dinaungi dalam izin Otoritas Jasa Keuangan. Perlu dimengerti juga bila perusahaan di sektor agrikultur yang memiliki izin SIUPL meruapakan izin hanya untuk penjualan barang. Tidak terkait dengan pengelolaan pohon.
”Perlu perizinan lainnya sesuai kegiatan usaha. Misal izin perkebunan jabon, izin kesiapan lahan, izin penebangan jabon dan lain-lain,” kata Tongam, Senin (1/3). (int)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini