Connect with us

Headline

Wajo-Soppeng Sudah Terapkan Sekolah Tatap Muka

-

MAKASSAR, BKM — Sekolah tatap muka telah diterapkan di Sulsel sejak Senin (1/3). Hanya saja, pelaksanaannya hanya khusus beberapa sekolah di Kabupaten Wajo dan Soppeng.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Muhammad Jufri mengonfirmasi hal itu. Kata dia, di dua kabupaten tersebut telah menjalani pembelajaran tatap muka sejak Ssenin lalu. Jufri beralasan, hal tersebut berdasarkan instruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Instruksi Pak Menteri, setiap daerah diberi kewenangan untuk mengeluarkan izin di daerahnya untuk menerapkan pembelajaran tatap muka kalau kondisi covid membaik,” ujarnya.

Sementara untuk Wajo dan Soppeng, dikatakan, kondisi penanganan covidnya telah semakin membaik.

“Dari Senin kemarin di Kabupaten Wajo dan Soppeng sudah sekolah tatap muka. Pelaksanaannya dimonitor langsung oleh bupati,” tambahnya.

Namun, sekolah tatap muka di dua kabupaten tersebut hanya dikhususkan untuk kelas XII saja. Karena, dikatakan Jufri, siswa kelas XII sangat perlu diberikan perhatian khusus. Sebab mereka menghadapi UAS dan persiapan masuk perguruan tinggi.

“Khususnya mata pelajaran yang jadi persiapan masuk perguruan tinggi, itu yang difokuskan untuk para siswa,” terangnya.

Selain dua daerah tadi, menurut Jufri, belum ada lagi sekolah yang mengusulkan. Namun jika ada daerah yang mau menggelar pembelajaran tatap muka juga, diharapkan untuk berkoordinasi.

“Silakan dikordinasikan jika daerah RTnya sudah di bawah 1. Silakan berkordinasi dengan pimpinan daerah, jika kondisinya membaik, pemerintah mengizinkan, perizinan ortu, sekolah telah memiliki standar protokol covid. Ini menjadi syarat,” jelasnya.

Sementara untuk sekolah tatap muka pada Juli mendatang yang direncanakan oleh pemerintah pusat, Jufri mengatakan siap mengikuti perintah.

“Kalau didukung perkembangan covid menurun, bulan Juli tatap muka. Untuk Disdik sendiri besok (hari ini) para pimpinan dan staf di kantor dinas akan divaksin. Kalau guru, kita sudah kirimkan data ke Dinkes. Nanti akan dibagi ke daerah dan dikoordinasikan ke Dinkes setempat,” tutupnya. (nug)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini