Connect with us

Headline

Penggeledahan KPK Temukan Uang Dollar

74 Karangan Bunga Dukung NA Terpasang Depan Rujab Gubernur

-

BKM/CHAIRIL KARANGAN BUNGA-Hingga Kamis (4/3), karangan bunga sebagai bentuk dukungan terhadap Gubernur Sulsel nonaktif HM Nurdin Abdullah terus mengalir. Semuanya dipasang berjejer di depan rujab Jalan Jenderal Sudirman.

MAKASSAR, BKM — Selama dua hari, Selasa dan Rabu (2-3/3), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) massif melakukan penggeledahan terkait kasus suap dan gratifikasi yang melibatkan Gubernur Sulsel nonaktif HM Nurdin Abdullah. Empat lokasi berbeda di Makassar mereka sasar.
Masing-masing rumah jabatan Gubernur Sulsel di Jalan Jenderal Sudirman, rumah dinas sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, kantor Dinas PUTR Sulsel, serta rumah pribadi Nurdin Abdullah. Dari penggeledahan tersebut, ditemukan barang bukti berupa uang tunai.
”Sebagaimana yang telah kami sampaikan sebelumnya, bahwa mengenai adanya temuan bukti berupa uang tunai telah dilakukan perhitungan. Dari penggeledahan dimaksud ditemukan uang rupiah senilai Rp1,4 miliar. Ada pula mata uang asing sebesar USD10.000 dan SGD190.000.
Selanjutnya, terhadap uang tersebut akan diverifikasi dan dianalisa mengenai keterkaitannya dengan perkara ini sehingga segera dapat dilakukan penyitaan sebagai barang bukti,” terang juru bicara KPK Ali Fikri, Kamis sore (4/3).
Hingga saat ini, proses hukum terhadap Nurdin Abdullah terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2020-2021 masih terus bergulir di KPK.

Pada saat bersamaan, karangan bunga sebagai bentuk dukungan kepada Nurdin Abdullah terus berdatangan di rujab gubernur. Hingga Kamis (4/3) sore, telah ada sebanyak 74 karangan bunga yang dipasang berjejer.
Dari pantauan BKM, semua karangan bunga dipajang tepat di depan pagar rujab Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Sepanjang pagar depan, terlihat telah dipadati karangan bunga dengan berbagai tulisan di atasnya.
Pengirimnya bervariasi. Seperti pengusaha, komunitas, hingga atas nama pribadi. Ada pula dari komunitas, seperti Perkumpulan Emak-emak Berdaster, Grup Baper, Avenger Makassar, Alumni Duta Covid, Whitebird Family, Anak-anak di Stadionk, PSB, NA Fans Club, dan Durian Lovers.
Ada juga dari beberapa pengusaha seperti UMKM Seruni, Sandy, Rio, Silas dari Pia Toraja, dan Warkop Mak Bintang Pinrang.
Beberapa karangan atas nama pribadi juga terlihat di sana. Ada dari Lila Caprila, Muhammad Sukri, Haji Galla, Baso Adam Gowa, Karaeng Leo, Ghavin dan Ghazy, Daeng Tawang, Linda dan Amelia, Faisal Rahman, Drs Syamsul Bahri,SH, serta dari Keluarga Besar Ratna Kurnia,SH.
Terakhir, ada juga dari warga beberapa kabupaten dan komunitas keagamaan. Antara lain karangan dari warga Bantaeng, warga Seko, Pince dan warga Tana Toraja, Fikri dan Gufran di Bantaeng, serta dari Umat Kristiani Sulsel.
Ahmad Rivai, salah seorang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di rujab gubernur, mengatakan karangan bunga tersebut sudah mulai berdatangan sejak Rabu pagi. Hingga kemarin pagi karangan bunga masih terus berdatangan satu persatu.
“Karangan bunga ini tiba satu persatu sejak kemarin (Rabu) pagi. Tadi (Kamis) pagi masih ada yang datang terus ini karangan bunga. Semuanya bentuk dukungan ke Pak NA,” ujarnya.
Kepala Satpol PP Provinsi Sulsel Mujiono, mengatakan tidak akan menertibkan karangan bunga yang ada di depan pagar rujab. Ia menganggap karangan bunga tersebut tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum.
“Tidak akan kita tertibkan, selagi di sana tidak mengganggu kepentingan umum,” singkat Mujiono saat dikonfirmasi kemarin.
Banyaknya karangan bunga yang kini terpajang di depan rujab gubernur, mendapat tanggapan dari elite partai politik yang menjadi pengusung pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan). Wakil ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel Sri Rahmi menyebut kiriman karangan bunga dari berbagai kelangan tersebut merupakan sesuatu yang wajar. “Wajar. Itu ekspresi rasa cintanya ke Pak Gubernur,” ujar ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel ini, Kamis (4/3).
Hal senada dilontarkan mantan Ketua DPW PKS Sulsel Surya Darma. Kata dia, menjadi hak seseorang untuk mengirim karangan bunga ke depan rujab gubernur. “Kalau untuk proses hukumnya, kami di PKS menyerahkan semuanya sesuai mekanisme yang berlaku,” jelas Surya Darma. (nug)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini