Connect with us

Headline

Produksi Pupuk Asli Makassar, Laris di Seluruh Indonesia

H Muhammad Ali Ngewa, Direktur PT Biota Group

-

SUKSES - Direktur Biota Group, H Muhammad Ali Ngewa bersama istri Hj Waode Fatmawati, SPt yang tampil di Podcast Bisnis Berita Kota Makassar mengisahkan usahanya memproduksi pupuk hingga bisa go nasional.

TAK banyak yang sukses berbisnis pupuk. Hanya sedikit yang menggeluti bisnis ini bisa berumur panjang. Salah satu dari yang sedikit itu adalah H Muhammad Ali Ngewa.

LELAKI berperawakan agak tinggi ini adalah pekerja keras. Ia berpegang teguh pada prinsip orang Makassar; sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Ia tidak ingin setengah-setengah. Dibantu sang istri Hj Waode Fatmawati, perusahaannya melejit bak roket yang terbang ke angkasa.

Saat menjadi tamu pada Podcast Bisnis Berita Kota Makassar, Kamis (4/3), Haji Muhammad Ali menceritakan awal mula membangun usahanya. Ia mengaku, sebelum membangun perusahaan sendiri, ia adalah agen atau distributor pupuk. Memulai pekerjaan itu sekitar tahun 2003. Atau beberapa tahun setelah ia menyelesaikan kuliah di Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Selang beberapa tahun, Haji Ali ingin mengembangkan usahanya. Ia tidak mau hanya sekadar agen. Tetapi juga ingin menjadi produsen. Memproduksi pupuk sendiri. Apalagi di Makassar masih jarang produsen pupuk.
Di awal memang banyak rintangan. Apalagi pupuk, pestisida dan fungisida yang ia produksi adalah organik. Tentu masih banyak petani yang ragu menggunakan pupuk organik. Mereka masih banyak yang senang menggunakan pupuk kimia. Petani khawatir, produksi pertanian mereka malah menurun saat menggunakan pupuk organik.

Haji Ali tidak putus asa. Ia terus melakukan inovasi-inovasi. Termasuk meyakinkan petani bahwa dengan paket Biotani yang diproduksi Biota Group hasilnya akan meningkat.

“Kami yakinkan petani bahwa dengan menggunakan pupuk, pestisida dan fungisida organik akan memberikan banyak manfaat. Selain tidak merusak unsur hara yang ada dalam tanah, Biotani juga mampu meningkatkan kualitas tanaman padi dan mengusir semua hama dan penyakit tanaman dengan aman. Bahkan yang tidak kalah pentingnya mampu meningkatkan produksi gabah per hektar dengan biaya produksi yang rendah,” papar Haji Ali.

Ia mengatakan, jika menggunakan pupuk kimia, biaya pupuk dan lain-lain bisa mencapai Rp2 juta lebih per hektar sekali panen dengan produksi 4 ton. Tetapi dengan paket Biotani, biaya pupuk, fungisida dan pestisida hanya Rp1 juta lebih per hektar produksi gabah bisa mencapai 9 ton per hektar.

Ia mengungkapkan, setelah banyak petani yang mencoba, mereka terkejut. Ternyata apa yang disampaikan sesuai dengan kenyataan. Produksi gabah mereka naik berlipat-lipat. “Bahkan kami memberikan garansi. Jika produksi gabah petani tidak meningkat menggunakan paket Biotani, maka uang pembelian pupuk akan kami kembalikan,” tegas Haji Ali.

Ia juga mengungkapkan keuntungan menggunakan paket teknologi Biotani adalah bisa berangkat umrah gratis. Ini bisa lakukannya karena salah satu perusahaan di Biota Group adalah biro travel. Sehingga, lanjut Haji Ali, bagi petani yang sukses menggunakan produk Biota Group akan mendapatkan umrah gratis.

“Selama ini banyak petani kita bermimpi untuk umrah. Mereka menabung hasil penjualan gabah atau produksi pertaniannya agar bisa digunakan umrah. Tetapi dengan menggunakan Biotani, mereka bisa umrah gratis. Tapi ada caranya,” kata Haji Ali lagi.

Apa yang telah dibangun Haji Ali bersama istrinya Hj Fatmawati kini membuahkan hasil. Telah banyak petani di Sulsel menggunakan paket Biotani Plus. Apalagi saat ini pupuk makin langka. Membuat banyak petani beralih menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan.

Tidak hanya di Sulsel, produk Biota Group ini juga telah merambah ke seluruh wilayah di Indonesia. Seperti di Kalimantan, Jawa dan Sumatera. “Beberapa pekan lalu kami panen raya di sawah yang menggunakan paket Biotani bersama bupati Sidrap. Minggu ini kami juga panen raya bersama bupati Pinrang. Hasil panennya meningkat beberapa kali lipat,” kata Haji Ali.

Bahkan, pertengahan Maret ini, Haji Ali diundang bupati Kediri di Jawa Timur untuk menghadiri panen raya di areal persawahan yang menggunakan paket teknologi Biotani produksi Biota Group. Dan sebelumnya juga bersama bakil bupati Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur. (*)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini