Connect with us

Headline

Calo Pegang ATM Pegawai Kontrak

Ditengarai ‘Bermain’ di Balik Ribuan Tenaga Kontrak Fiktif Kecamatan

-

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengaku menerima banyak laporan terkait persoalan tenaga kontrak.

Di antaranya, banyak tenaga kontrak fiktif, khususnya di kecamatan-kecamatan.
Selain itu, ditengarai ada calo tenaga kontrak yang bermain. Modusnya, dengan memegang semua kartu ATM milik tenaga kontrak. Termasuk yang sudah meninggal namun gajinya masih tetap jalan.

“Saya mendapat informasi di kecamatan ada calo. Seperti ada yang pegang semua ATM-nya pegawai kontrak. Bahkan yang sudah meninggal, ATMnya masih jalan. Jadi seperti itu. Begitu laporan tenaga kontrak kepada saya. Jadi hampir di seluruh kecamatan,” ungkap Danny.

Dia berjanji akan menyelidiki persoalan ini hingga ke akar-akarnya. Dipastikan, oknum yang bermain itu ingin mengambil keuntungan sepihak. Apalagi tidak melaporkan nama tenaga kontrak yang telah meninggal agar gajinya tetap dibayarkan.

“Saya akan selidiki ini kenapa mesti ada orang yang pegang ATM-nya seluruh tenaga kontrak dan langsung dipotong di situ. Luar biasa kerugian negara. Karena kenapa ada calo yang pegang ATM orang. Dia yang pergi cairkan gajinya orang,” bebernya.

Menyikapi persoalan itu, orang nomor satu Makassar ini pun berjanji akan menguji kembali seluruh tenaga kontrak yang ada di pemkot. Jika memang memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan, kontraknya akan diperpanjang.

“Jadi semua tenaga kontrak yang ada akan diuji kembali. Jika selama ini laporannya ada 8.000 tenaga kontrak, belum tentu seperti itu. Jadi bisa saja sisa 1.000,” tandasnya.

Danny memperkirakan, persoalan tenaga kontrak fiktif ini sudah berlangsung lama. Kurang lebih dua tahunan pascadirinya tidak lagi menjabat sebagai wali kota. Dia memperkirakan ada sekitar 2.000-an tenaga kontrak fiktif yang terdaftar di Pemkot Makassar.
“Ilmunya sudah merata selama dua tahun,” tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar Andi Siswanta Attas mengatakan, berdasarkan data yang tercatat di BKPSDM, jumlah tenaga kontrak di Pemkot Makassar sebanyak 8.190 orang. Angka itu berdasarkan SK wali kota.

Tapi, lanjut Siswanta, data itu berbeda dengan yang tercatat di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Dia mengemukakan, setelah mengonfirmasi ke BPKAD, ada tenaga kontrak yang memang diangkat oleh pihak kecamatan dengan alasan kebutuhan khusus. Misalnya, kecamatan butuh tenaga penyemprot taman. Sehingga ada selisih 3.000-an lebih dengan yang tercatat di BKPSDM.

“Tahun 2019, ada dibuat itu foto orang dengan SK-nya. Itulah sekarang sampai 8.190. Tapi data itu, menurut BPKAD, dia membayar sekitar 11 ribu orang. Setelah saya konfirmasi dengan kepala BPKAD, memang ada. Tapi bukan fiktif. Yang diangkat oleh OPD dengan kebutuhan khusus. Seperti tenaga penyemprot taman. Itu diangkat oleh OPD, jadi bukan fiktif. 11 ribu menurut BPKAD, ada dibayar juga 3000 lebih. Kalau saya, 8.190 yang berdasarkan SK wali kota,” tutur Siswanta.

Terkait laporan yang diterima wali kota dan menyebut ada ATM tenaga kontrak yang dipegang oknum-oknum, Siswanta berjanji akan turun menyelidiki kebenarannya.

Dia mengatakan, persoalan itu kemungkinan besar ada. Tinggal harus dibuktikan secara riil.

Yang menjadi persoalan, tidak ada tenaga kontrak yang mau melaporkan persoalan tersebut.

“Seandainya ada yang melapor, saya punya ATM dipegang, gampang. Tapi kami akan turun mengecek dan back up. Akan kami laksanakan,” ujarnya. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini