Connect with us

Headline

Ditemukan Gantung Diri di Kamar Seusai Mengaji

Akhir Kisah Putri Petani yang Kuliah Pelayaran Demi Bekerja di Kapal Pesiar

-

BKM/HERMAN GANTUNG DIRI-Jenazah almarhumah Ikayani yang disemayamkan di rumah duka Dusun Paccing, Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone. Kapolsek Awangpone AKP Agus datang melayat ke rumah duka.

BONE, BKM — Selasa petang (23/3) di Dusun Paccing, Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone. Suasana yang awalnya sepi, tetiba ramai. Ada seorang warga yang ditemukan gantung diri.
Perempuan berparas cantik itu bernama Ikayani alias Ikha. Usianya masih 19 tahun. Putri kedua dari bersaudara pasangan suami istri Muhlis dan Idawati.
Setamat dari SMAN 16 Bone, ia memilih berkuliah di sekolah pelayaran Queen Institute Makassar. Harapannya, kelak setelah lulus dirinya bisa langsung bekerja di kapal pesiar.
Namun kini semua tinggal impian. Ikha memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya. Ia ditemukan dengan kondisi tak bernyawa di dalam kamar rumahnya. Kuat dugaan, Ikha mengalami depresi hingga memilih gantung diri.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibunya Idawati. Saat itu ia hendak membangunkan putrinya karena sudah Magrib. Apalagi, sejak masuk ke dalam kamar pukul 15.00 Wita, dirinya tak pernah lagi keluar.
Alangkah kagetnya Idawati ketika membuka pintu. Dia mendapati tubuh Ikha posisi tergantung menggunakan seutas tali nilon yang diikat di balok plan rumah. Sang ibu yang panik langsung berteriak histeris meminta tolong.

Tak lama berselang, kakak ipar Ikha yang tinggal serumah, langsung berlari masuk ke dalam kamar adiknya. Dia pun menurunkan tubuh gadis tersebut, lalu membuka tali yang terikat di bagian lehernya. Di dekat jasad Ikha ditemukan sebuah kursi plastik berwarna merah. Kursi tersebut diduga digunakan untuk bertumpu saat tali dililitkan di leher.
Tak satupun dari keluarga korban yang menyangka Ikha menjemput ajal dengan cara tragis. Sebab beberapa jam sebelum kejadian, ia terlihat tengah mengaji.
Kapolsek Awangpone AKP Agus yang melayat ke rumah duka, mengatakan korban gantung diri akibat depresi berat. Informasi dari pihak keluarga, Ikha memiliki riwayat penyakit sakit kepala semenjak tiga bulan terakhir.

”Keterangan dari pihak keluarga, korban memang sering mengalami sakit kepala. Makanya, sejak tiga bulan yang lalu korban balik ke rumah dari Makassar karena mengalami sakit kepala yang berkepanjangan,” ucap AKP Agus.

Walau begitu, lanjut Agus, pihaknya tetap berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Bone untuk melakukan identifikasi terhadap korban. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh Ikha.

“Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis dan dokter Puskesmas, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Luka ditemukan hanya pada leher korban yang disebabkan oleh jeratan tali. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi,” tutup Agus.
Di mata para sahabatnya, sosok Ikha dikenal sebagai orang yang pendiam dan tidak mudah bergaul. Tapi baik terhadap teman-temannya. Hal itu diungkapkan Meni, teman korban sewaktu duduk di bangku SMA.

“Saya satu kelas dengan Ikha. Kami saat itu mengambil jurusan IPA. Setelah lulus tahun 2020 kemarin, Ikha melanjutkan sekolah pelayaran di Makassar, sementara saya bekerja di Bone. Ikha merupakan purnapaskibraka. Anaknya sangat baik sama semua orang,” tutur Meny
.
Hafsah, salah seorang kerabat korban yang diwawancarai, mengatakan bahwa orang tua Ikha terlihat sangat terpukul. Karena mereka tidak pernah menduga anaknya nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Padahal orangtuanya yang diketahui bekerja sebagai petani biasa berjuang keras untuk menyekolahkan anaknya.

“Waktu Ikha lulus sekolah, bapaknya menjual ternak sapinya hanya untuk membiayai sekolahnya di Makassar. Karena dia bercita-cita kerja di kapal pesiar. Ikha bersaudara tiga orang. Perempuan semua,” ungkap Hafsah.

Rasa haru dan isak tangis pun terlihat di rumah duka saat korban dimandikan. Jenazahnya dikebumikan di tempat perkuburan Islam yang tidak jauh dari rumahnya. (man/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini