Connect with us

Headline

Dikira Petir, Ternyata Bom Meledak

Ramai-ramai Mengutuk Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral

-

BKM/CHAIRIL-IST LEDAKAN-Satu unit sepeda motor yang tinggal rangka tergeletak di depan Gereja Katerdal Jalan Kajaolalido, Kota Makassar sesaat setelah terjadi ledakan, Minggu (29/3). Sejumlah mobil mengalami kerusakan akibat peristiwa ini. Aparat kepolisian berjaga di lokasi. Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto membesuk korban ledakan yang menjalani perawatan di RS.

MAKASSAR, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 10.35 Wita, Minggu (28/3). Suasana di depan Gereja Katerdal Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar yang suasananya tenang, tetiba berubah mencekam.
Sebuah ledakan dahsyat baru saja terjadi. Suaranya terdengar cukup jauh. Mereka yang berada di Jalan Kartini hingga Jalan Ahmad Yani mendengarkan bunyi ledakannya.
Awalnya, warga yang berada tak jauh dari lokasi mengira itu adalah suara petir. ”Tadinya kukirai guntur. Karena ledakannya cukup besar pas saya mau lewat di lokasi itu, terpaksa tidak jadi. Saya berhenti karena ternyata itu bom,” tutur seorang ibu-ibu tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi yang dihimpun di TKP, sebelum ledakan terjadi, terlihat ada dua orang berboncengan motor singgah di depan pintu gereja hendak masuk ke dalam. Namun mereka ditahan oleh petugas gereja. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan. Saat itu baru saja selesai pelaksanaan ibadah Misa Palmarum.
Satu orang meninggal dalam peristiwa ini. Sementara sembilan lainnya mengalami luka. Sejumlah kendaraan roda empat dan dua mengalami kerusakan akibat ledakan. Mereka yang menderita luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Pelamonia, RS Bhayangkara, dan RS Stella Maris.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto datang ke lokasi sesaat setelah kejadian. Menurut Merdisyam, satu orang yang meninggal dunia dipastikan sebagai pelaku bom bunuh diri. Jasadnya ditemukan di TKP dalam kondisi mengenaskan. Bagian tubuhnya terpisah akibat ledakan.
”Data awal, satu korban dipastikan pelaku bom bunuh diri. Ditemukan jenazahnya di TKP. Korban lain ada sembilan orang. Masing-masing lima orang petugas gereja dan empat orang jamaah,” terang kapolda kepada media usai meninjau lokasi kejadian.
Ditemukan pula di lokasi satu unit sepeda motor yang mengalami kerusakan parah. Kendaraan yang tergeletak di depan pintu gerbang gereja hanya tersisa rangka bekas terbakar. Motor tersebut diduga digunakan pelaku saat melakukan aksinya.
”Kronologisnya, satu unit motor hendak masuk ke gereja, lalu ditahan petugas gereja. Di situlah terjadi ledakan. Bom yang meledak termasuk high explosive (berdaya ledak tinggi),” tambah kapolda.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan yang turut mendampingi kapolda ke TKP, menyebutkan peristiwa bom bunuh diri tersebut berlangsung cukup cepat. Pengendara motor bernomor polisi DD 5984 MD saat itu hendak masuk pintu gerbang gereja. Sementara jamaah gereja sudah keluar usai mengikuti misa.
“Sejauh ini petugas kepolisian masih mendalami dengan menurunkan tim forensik. Terduga pelaku belum teridentifikasi sepenuhnya, sebab potongan tubuh hancur itu belum diketahui apakah terduga pelaku atau korban,” kata E. Zulpan.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang. ”Kita sangat sayangkan peristiwa ini terjadi. Untuk itu kami imbau masyarakat untuk tidak panik. Polisi sudah mengamankan lokasi dan terus melakukan penyelidikan. Tim Densus 88 Mabes Polri dan tim Lafbor Polda Sulsel masih melakukan olah TKP dan pengumpulan bukti-bukti awal terkait ledakan tersebut,” tambahnya.

Tingkatkan Kewaspadaan

Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (ASS), mengaku prihatin atas insiden berdarah tersebut. “Innalilahi wainnailaihi roji’un. Kami turut berduka atas insiden diduga bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar,” ujar Andi Sudirman, Minggu (28/3).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel yang tengah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wajo pun terus berkomunikasi dengan pihak Polda Sulsel. “Kami terus koordinasi bersama Bapak Kapolda dan mendukung kepolisian untuk mengusut kasus ini. Tentu kami sangat mengecam segala bentuk kekerasan (bom bunuh diri). Apalagi menyebabkan orang lain terluka,” jelasnya.
Ia juga minta kepada aparat kepolisian untuk memperketat penjagaan rumah-rumah ibadah guna menghindari dan mengantisipasi kejadian ini berulang. Sekaligus, meminta partisipasi masyarakat untuk menghindari spekulasi dan hoaks.
“Kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, jurnalis media dan pihak keamanan, mari bersinergi untuk memberikan informasi yang jernih kepada masyarakat sambil menunggu hasil investigasi lebih jauh,” imbaunya.
Teruntuk masyarakat Sulsel, ia berpesan meningkatkan kewaspadaan agar dapat menimimalisir potensi-potensi gangguan keamanan dan stabilitas di tengah masyarakat.

Imbauan Ketua Umum PGI

Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Pdt Gomar Gultom, mengungkapkan dukacita mendalam atas peristiwa tersebut. Dia mengatakan, kejadian nahas itu menambah daftar panjang aksi kekerasan dan teror yang terjadi di Indonesia.
Pendeta Gomar pun mengimbau seluruh umat untuk tetap tenang dan memercayakan sepenuhnya penanganan masalah tersebut kepada aparat terkait. “Saya menyerukan seluruh umat untuk tidak takut dan resah, tapi tetap waspada,” ungkap Pdt Gomar Gultom.
Dia juga mengimbau agar tak ada yang memposting gambar atau video tentang persitiwa ini yang justru dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Terutama menayangkan korban luka.
“Saya percaya penuh, aparat kita mampu mengusut tuntas kasus ini dan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Makassar,” tambahnya.
Dia mengatakan, sangat mengenaskan peristiwa nahas ini terjadi saat umat Kristen di Indonesia sedang merayakan Minggu Palmarum, yang merujuk pada peristiwa masuknya Yesus ke Jerusalem dengan mengendarai keledai betina.
Lewat ini, Yesus sedang membangun persepsi tentang diriNya sebagai Mesias, Raja Damai yang lemah lembut, rendah hati dan menghadirkan kehidupan. Dia tidak datang dengan kekuasaan, kekuatan, apalagi kekerasan untuk berperang dan menghancurkan kehidupan.
“Dalam semangat kelembutan seperti itulah saya mengajak umat Kristen menghadapi peristiwa ini, seraya berdoa bagi kedamaian masyarakat kita,” tandasnya.

Danny Minta Jangan Panik

Hal senada disampaikan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Ia datang melihat langsung lokasi kejadian. Saat peristiwa tersebut berlangsung, Danny tengah berada di Hotel Claro menjadi saksi nikah kerabatnya. Setelah mendapat informasi, ia segera bergegas untuk memastikan warga Makassar tidak panik.
“Saya tadi di Hotel Claro dan dikabarkan berita ini. Bergegas saya ke sini (Gereja Katedral) mengecek keadaan dan mencoba menenangkan para jemaat, juga warga sekitar yang mendengar langsung ledakan tersebut,” ujar Danny.
Berkoordinasi dengan aparat kepolisian yang sudah berjaga di lokasi ledakan, Danny pun meminta agar warga tetap tenang dan menjaga keamanan kota dengan tidak menyebar foto maupun video. “Saya minta kepada seluruh masyarakat Makassar tetapki tenang, jangan menyebar foto maupun video yang bisa meresahkan juga menakuti warga lainnya. Mari kita sama-sama menjaga keamanan kota Makassar,” imbaunya.

Usai di Gereja Katedral, Danny langsung bergerak menuju RS Bhayangkara di Jalan Mappaoddang. Kehadirannya bersama kapolda, pangdam, dan kepala Rumah Sakit Bhayangkara guna melihat korban luka akibat ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral.

Melihat korban yang tengah berbaring dan dipenuhi perban, Danny pun memberikan dukungan moril. “Semoga segera pulih, Pak. Kami akan berikan pelayanan medis terbaik untuk bapak dan ibu agar dapat segera pulih kembali dan beraktivitas seperti sedia kala,” ujarnya di samping tempat tidur korban. (jul-ish-nug-rhm)

Politisi Mengutuk

Politisi Partai Nasdem Sulsel A Troy Martino mengutuk pelaku serta perancang bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido. ”Kami dari Garda Pemuda Nasdem Sulsel mengutuk keras pelaku dan jaringan bom bunuh diri itu,” ujarnya, kemarin.
Menurut Troy, kelompok pelaku bom bunuh diri depan Gereja Katedral Makassar itu sudah melukai kedamaian antarumat beragama. “Untuk itu kami mengucapkan duka dan keprihatinan yang mendalam atas korban bom bunuh diri tersebut. Semoga pihak keamanan bisa cepat mengungkap kelompok yang melakukan teror itu,” tandasnya.
Anggota DPRD Kota Makassar ikut mengecam tindakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral, dan berharap pihak berwenang bisa mengungkap dan menangkap siapapun yang terlibat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Legislator PDIP William mengatakan, perbuatan yang dilakukan oknum dengan melakukan bom bunuh diri cukup meresahkan masyarakat. Ia meminta aparat kepolisian segera bergerak meringkus dalang teror hingga ke akar-akarnya.
“Kita tidak bisa tinggal diam. Kepolisian harus menangkap dan melacak siapapun yang terlibat dalam jaringan aksi keji tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ini jangan sampai terulang lagi,” ujarnya, kemarin.

Guna mengantisipasi hal serupa kembali terjadi, ia mengajak masyarakat untuk bisa ikut mengawasi jika ada gerak gerik warga di lingkungannya yang mencurigakan. “Minimal di lingkungan kita masing-masing. Jangan sampai ada lagi korban dan kejadian seperti itu terulang. Kalau kita semua bisa melakukan pengawasan, tidak ada ruang untuk teroris menjalankan aksinya dan masyarakat,” imbuhnya.
Anggota DPRD Makassar lainnya Erick Horas, menggungkapkan aksi teroris yang terjadi kali ini bertujuan untuk mengganggu ketenangan masyarakat. Mereka yang terlibat dalam peristiwa ini harus mendapatkan hukum yang setimpal.
“Kita tentu prihatin dan mengecam tindakan itu. Kita harap semua elemen masyarakat meningkatkan kewaspadan,” imbuhnya.
Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe turut berduka cita atas peristiwa ledakan diduga berasal dari bom yang terjadi di sekitar Gereja Katedral, Makassar. Wali Kota Parepare itu mengutuk keras atas aksi yang meneror keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Makassar.

“Turut berduka yang sedalam-dalamnya atas tragedi teror yang terjadi di Gereja Katedral Makassar. Semoga korban dan seluruh jemaat tetap dalam keadaan sehat, aman dan dilindungi oleh Tuhan,” kata Taufan Pawe, Minggu (28/3).

Dirinya mengutuk keras segala bentuk terorisme yang melanggar hak azasi, serta dapat memecah belah persatuan umat beragama di Sulawesi Selatan. Dirinya juga berharap kepolisian segera mengungkap tuntas pelaku teror tersebut.

“Terorisme bukanlah ajaran agama apapun di dunia ini, keji dan bertentangan dengan peri kemanusiaan.
Kami berharap kejadian ini segera diusut tuntas oleh pihak kepolisian. Tidak ada ruang gerak bagi pelaku teror,” tegasnya.

Dirinya berharap, korban dan keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan atas musibah ini. Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat tetap waspasda dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan terkait kegiatan teror.

“Jaga diri, jaga keluargata, jaga lingkunganta, Insyaallah bersama kita tetap kuat. Semoga Allah azza wa jalla senantiasa menjaga dan melindungi kita semua,” pungkasnya. (ita-rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini