Connect with us

Headline

Bom Bunuh Diri Usai Jual Motor

Tetangga tak Curiga Pasangan Suami Istri Jadi Pengeboman

-

MAKASSAR,  BKM — Suasana di Jalan Tinumbu 1, Lorong 132A, RW 01 Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Senin (29/3) tampak ramai. Banyak warga yang berkerumun. Sebuah rumah berpagar besi warna merah hati tengah digeledah.
Aparat kepolisian dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror bersama tim Gegana Polda Sulsel datang ke tempat ini sejak pagi pukul 09.00 Wita. Rumah yang digeledah tersebut sebelumnya dikontrak oleh M Lukman (25) bersama istrinya. Keduanya teridentifikasi sebagai pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kota Makassar pada Minggu (28/3). Saat melakukan aksinya, pasutri ini mengendarai sepeda motor matic bernomor polisi DD 5984 MD. Mereka terpantau tidak mengenakan helm.
Memakai seragam lengkap dan membawa serta alat penjinak bom, polisi masuk ke dalam rumah kontrakan yang berada di lorong selebar 1 meter lebih itu. Ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga untuk bahan pembuatan bom. Ketika dilakukan penggeledahan, akses masuk ke dalam lorong ditutup. Tak seorang pun warga yang diperbolehkan masuk.
Salah seorang personel Babinsa dari Koramil Bontoala Serda Baharuddin yang ditemui di lokasi, mengatakan selama bertugas di Kelurahan Bunga Ejaya, dirinya rutin melakukan patroli di Jalan Tinumbu, khususnya Lorong 132A. Menurut Baharuddin, Lukman sangat baik dan ramah jika bertemu. Saat itu ia masih tinggal di rumah orangtua perempuannya, yang sehari-harinya menjual pisang goreng. Orangtua laki-lakinya sudah lama meninggal.
Sekitar sembilan lalu, Lukman menikah. Mereka kemudian memilih mengontrak tak jauh dari rumah orangtuanya. Jaraknya kurang lebih 50 meter.
Nurdin, seorang tetangga pelaku, mengakui bahwa sejak menikah dan kontrak rumah, Lukman sudah jarang keluar. Padahal ia lahir dan besar di kawasan ini.
”Saya mengenalnya karena lahir dan besar di sini. Orangnya sabar. Awalnya tinggal sama ibunya yang berjualan gorengan di depan lorong. Setelah menikah, dia pindah dan mengontrak rumah. Istrinya berjualan minuman,” tutur Nurdin yang tinggal di samping rumah kontrakan Lukman.
Menurutnya, Lukman dan istrinya tinggal di kontrakan tersebut sejak bulan Januari lalu. Situasi di lokasi ini cukup ramai, karena sering banyak anak-anak yang bermain.
”Saya tidak pernah lagi ngobrol dengan dia (Lukman). Kalau dia dari luar, langsung masuk. Kemudian standar motornya lalu masuk ke dalam rumah,” imbuhnya.
Informasi lain yang diperoleh, menyebutkan selama sembilan bulan menikah, Lukman tak lagi bergaul dengan teman-temannya di Jalan Tinumbu. Terakhir ia menggeluti profesi jual beli motor.
Sebelum melakukan aksi bom bunuh diri, Lukman menjual motornya. Selanjutnya memakai motor istrinya untuk urusan sehari-hari. Keduanya selalu berboncengan jika hendak pergi salat subuh. Mereka juga biasa pergi jalan-jalan setiap hari Minggu.
Warga sekitar tidak mengetahui secara pasti asal usul istri Lukman. Karena selama tiga bulan kontrak rumah, dia tidak pernah bergaul dengan tetangga dan warga.
Saat penggeledahan berlangsung, sejumlah kendaraan taktis milik Densus dan Inafis berada di lokasi. Ada dua titik yang digeledah aparat kepolisian bersenjata lengkap. Satu di rumah kos pelaku RT/RW 003/001 nomor 15 dan telah dipasangi garis polisi. Kemudian dilanjutkan di rumah orang tua Lukman yang berjarak 50 meter dari rumah kos bersangkutan.
Dari kos pelaku, polisi berhasil membawa sejumlah barang dibungkus kertas dalam kantong plastik sebagai barang bukti untuk dijadikan alat bukti pengungkapan kasus tersebut. Hal ini pun mengundang perhatian warga setempat untuk menyaksikan proses penggeledahan.
“Kalau Lukman memang lahir dan besar disini, keluarga besar Lukman memang disini, Lukman juga kalau mau main di sini saja, nanti setelah bergabung di suatu kelompok baru Lukman mulai tertutup dan sudah jarang terlihat. Apalagi setelah berumah tangga, istrinya saja hampir tidak pernah kelihatan oleh warga di sini,” ungkap Lurah Bunga Ejaya yang hadir pada saat penggeledahan.
Sampai terjadinya bom bunuh diri, warga sekitar tempat tinggal Lukman tidak ada yang menaruh curiga bila yang melakukan merupakan warga Bunga Ejaya
“Tidak ada yang curiga kalau ternyata Lukman. Nanti setelah ramai orang bilang Lukman pelaku bom bunuh diri bersama istrinya yang belum lama dinikahinya,” tutur Awaluddin.

Afiliasi JAD

Keterlibatan Lukman dan istrinya dalam peristiwa bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral, dibenarkan Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono. Menurutnya, pelaku bom bunuh diri terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan. Mereka pasangan suami istri yang baru enam bulan menikah.
Menurut Argo, identitas laki-laki tersebut diketahui L sementara yang wanita YSF pekerjaaan swasta. “Penyelidikan masih terus dilakukan. Termasuk mengungkap pelakunya lainnya,” ujar Argo di Mapolda Sulsel, kamrin.
Dia mengatakan, sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya. Termasuk rumah pelaku. “Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dah kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,” tandasnya.
Argo mengungkapkan, pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina. “Pelaku berafiliasi dengan JAD,” ucapnya.
Sementara itu, jumlah korban luka akibat bom bunuh diri yang masih dirawat di rumah sakit tersisa 15 orang. 13 di antaranya dirawat di RS Bhayangkara, dan dua lainnya di RS Siloam. Dari keseluruhan korban luka sebelumnya, empat orang diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Di tempat terpisah,  Senin (29/3), Densus 88 Antiteror Polri, Puslabfor Mabes Polri Cabang Makassar dan Tim Inafis Polda Sulsel melakukan olah TKP di lokasi Gereja Katedral. Kegiatan tersebut ditinjau lansung oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana, didampingi oleh Kasi Propam AKBP Awaluddin dan Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol Edhy Supriady. Petugas melakukan pengumpulan sisa serpihan barang bukti di halaman gereja Katedral dan di luar halaman Jalan Kajaolalido Makassar.
Sebelumnya, pada Minggu malam (28/3), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjenguk para korban ledakan bom  yang dirawat di RS Bhayangkara. Keduanya mengunjungi ruang perawatan ICU dan ruangan lainnya untuk melihat secara langsung kondisi korban luka-luka.
Dua orang dirawat di ICU RS Bhayangkara kondisinya mulai membaik. ”Berikan perawatan yang terbaik kepada korban” kata kapolri kepada Karumkit Bhayangkara saat berada di kamar pasien.
Kapolri juga menyampaikan kepada pasien yang  dirawat agar tidak khawatir mengenai masalah pelayanan yang akan diberikan. Negara pasti memberikan pelayanan yang terbaik untuk korban
. (jul-jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini