Connect with us

Gojentakmapan

Pemkab Berencana Perluas TPA

-

MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros berencana memperluas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Bontoramba, Kecamatan Mandai untuk menambah kapasitas pembuangan sampah yang kian menumpuk.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan, luas lahan yang ada saat ini baru sekitar 4 haktare dengan daya tampung hanya 50 ton sampah per hari. Sementara total sampah yang ada di Maros mencapai 240 ton per hari.
”Kalau dari sisi kapasitas, TPA kita memang sudah tidak bisa lagi menampung produksi sampah masyarakat kita. Rencananya kita akan perluas sekitar 2 hektare lagi tapi harganya melebihi apresial,” kata Chaidir, Minggu (28/3).
Selain rencana perluasan TPA sampah, bupati Maros juga mengharapkan terwujudnya program pembuatan TPA terpadu regional Mamminasata yang akan dibuat Pemerintah Provinsi Sulsel.
”Kita juga sangat berharap pembuatan TPA terpadu regional Mamminasata bisa segera terealisasi. Jika ini ada, maka persoalan sampah kita di Maros juga bisa sedikit teratasi,” katanya.
Lebih lanjut Chaidir mengatakan, ke depanya ia akan mendorong pemerintah kecamatan, kelurahan dan juga desa bisa terlibat langsung dalam hal penanganan sampah. Termasuk pengalihan armada dan anggarannya.
”Kami sangat setuju jika ke depannya kecamatan, kelurahan dan desa yang bertanggung jawab. Bisa juga nanti pengangggarannya dan armada kita akan dialihkan ke sana. Kalau di DLH memang terlalu luas,” ujarnya.
Bukan hanya armada, kata Chaidir, di setiap desa dan kelurahan diupayakan memiliki bank sampah yang juga bisa mengelola dan memanfaatkannya menjadi barang bernilai. ”Kita juga mau nanti ada bank sampah yang mengelola di tingkat desa dan kelurahan,” sambungnya.
Anggota Komisi III DPRD Maros, Mursyid, menyebutkan, persoalan pengelolaan sampah harus menjadi prioritas pemerintah saat ini. Pasalnya, banyak sampah warga yang menumpuk di pinggir jalan dan membuat tidak nyaman.
”Banyak warga yang mengeluhkan soal sampah. Setelah kami cek, memang kapasitas TPA kita sudah tidak bisa menampung. Masalah ini harus jadi prioritas pemerintah,” ujarnya. (ari)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini