Connect with us

Headline

Danny tak Mau Bayar Utang Rp479 Juta di Era Iqbal

Debindo Somasi Mantan Pj Wali Kota, Sekkot, Asisten I, dan Kasubag Umum

-

MAKASSAR, BKM — Perayaan Hari Jadi Makassar sedianya menjadi hari suka cita, baik bagi warganya dan unsur pemerintahan di lingkup Pemkot Makassar. Namun, di balik perayaan HUT Makassar, November 2019 lalu yang berlangsung di era Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb yang digelar di Anjungan Pantai Losari, menyisakan utang yang cukup besar.
Pemkot Makassar disebut-sebut berutang pada Debindo selaku event organizer kegiatan senilai Rp479.715.000. Pihak Debindo pun terus berupaya menagih ke Pemkot Makassar, namun hingga saat ini tidak ada penyelesaian.
Menurut Direktur Debindo Mega Promo Jeffrey Eugene, sejumlah upaya mediasi dan persuratan juga sudah dilakukan pihaknya. Tanggal 25 Januari lalu disebutkan pihak Debindo sempat bertemu dengan Sekkot Makassar Muh Ansar. Juga hadir Asisten I Sabri yang sekaligus ketua panitia saat itu.
Pada pertemuan itu, sekkot menyampaikan akan melaporkan dan meminta arahan sekaligus petunjuk terkait penyelesaian sisa penagihan kepada Wali Kota Makassar Danny Pomanto setelah dilantik. Penyampaian Muh Ansar ini menjadi dasar bagi Debindo untuk tetap menunggu penyelesaian penagihan.
Selanjutnya, pada 5 Maret pihak Debindo kemudian menemui Sekkot Makassar lagi. Dalam pertemuan tersebut, Ansar mengaku baru akan melaporkan soal sisa penagihan ke Danny Pomanto.
Melihat tidak ada penyelesaian dari persoalan ini, Debindo pun membawanya ke ranah hukum. Melalui kuasa hukumnya MJ and Partnerts, Debindo melakukan somasi terhadap sejumlah pihak.
Pihak yang dimaksud yakni mantan Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, Sekkot Makassar Muh Ansar, Ketua Panitia yang juga Asisten I Pemkot M Sabri, mantan Kabag Umum Ichwan Jacub dan Kasubag Umum Kota Makassar Fajrin.
Dalam surat kuasa Nomor: 11/MK/MJ&P/IV/MKS/2021 itu, meminta agar lima orang tersebut segera membayar kewajibannya. Masih ada Rp479.715.000 yang belum terbayarkan hingga kini.
Dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menegaskan tidak akan bertanggung jawab terhadap pembayaran utang HUT Makassar. Alasannya, persoalan itu terjadi saat dirinya belum menjabat.
“Jadi saya ingin jelaskan ke masyarakat bobroknya ini pemerintah kota selama dua tahun. Seperti inimi contoh. Masak ada utang belanja sebanyak itu, ” ungkap Danny saat ditemui di Balai Kota Makassar, Selasa (6/4).
Dia mengatakan, dirinya sudah melakukan investigasi ke Bagian Umum. Ternyata kewajiban yang harus dibayarkan oleh OPD tersebut sekaitan HUT Makassar kala itu hanya sebesar Rp400 juta. Dan itu sudah diselesaikan.
Namun ternyata, di kontrak kerja sama, nilainya lebih besar, yakni sekitar Rp900 jutaan. Sisanya itulah yang tidak jelas siapa yang akan bertanggung jawab.
“Jadi saya investigasi ke Fajrin (Kasubag Umun), kewajiban yang harus diselesaikan sebesar Rp400 juta. Itu sudah dibayar. Namun ternyata kontraknya Rp900 juta. Fajrin bilang, saya tidak tanggung jawab, Pak. Nah, panitianya siapa,” jelas Danny.
Dia menegaskan tidak mau tanggung jawab karena tidak jelas penganggarannya. Danny pun menyarankan Debindo untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Sementara itu, Kasubag Umum M Fajri mengatakan, tanggung jawab Bagian Umum pada penyelenggaraan HUT Makassar tahun 2019 lalu sudah selesai. Pihaknya sudah menyelesaikan pembayaran sebesar Rp400 juta sesuai. Mengenai sisanya yang belum dibayarkan, dia mengatakan sudah bukan tanggung jawab Bagian Umum.
“Kita sudah selesaikan tanggung jawab sebesar Rp400 juta. Soal sisanya, kami tidak tanggung jawab. Coba kita tanya panitianya,” tandas Fajri. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini