Connect with us

Metro

Golkar Sulit Pertahankan Kemenangan di Sulsel

-

MAKASSAR, BKM–Sejumlah partai politik di Sulsel masih belum dapat melaksanakan konsolidasi dengan lancar karena masih ada sejumlah masalah diinternal partainya. Belum lagi banyaknya kader yang pindah dan bergabung dengan partai lain.
Partai Berkarya hingga kini masih dualisme, sejumlah kader Partai Demokrat juga telah membuat tandingan dengan mengikuti kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang.
Dan kini Partai Golkar juga terancam ditinggalkan kader dan konstituennya. Hal ini terlihat banyaknya pengurus dan kader yang berseteru.
Meski Golkar Sulsel telah mendapat ketua baru yakni Taufan Pawe (TP), namun diduga kuat justru menjadi beban dan bagian dari ancaman itu.
Harapan dan cita-cita Golkar untuk menjadi partai pemenang di Sulsel bisa buyar.
Sejumlah masalah muncul dari kader yang ada di semua kabupaten kota di Sulsel, utamanya di Tana Toraja.
Melemahnya kekuatan Partai Golkar juga terjadi pada saat pilwali dan pilbup 9 Desember 2020 lalu, sebab Golkar hanya menang di 6 dari 12 daerah yang berkontestasi.
Menurut Mulawarman, selain TP belum juga dilantik oleh DPP, baru empat daerah yang telah menggelar musda yakni Toraja Utara, Selayar, Makassar dan Pangkep.
Mulawarman menilai ada sejumlah kekurangan TP. Pertama sudah delapan bulan belum juga dilantik. Kedua, rendahnya sikap politik untuk mencari pendekatan win win solution dalam membangun partai.
Ketiga, juga kultur politik golkar adalah besar melalui sistem. Dia bukan karena faktor figur, beda dengan PDIP yang bertumpu pada Megawati.
Keempat, menutup ruang komunikasi dengan para pendahulu golkar Sulsel atau tokoh senior Golkar semisal Amin Syam, Syahrul Yasin Limpo hingga HAM Nurdin Halid. “Maka untuk kemenangan golkar, kiprah para elit golkar atau patronnya yang masih ada tetap masih sangat efektif. Artinya mengandalkan bekerja pada mesin partai pun tidak cukup efektif. Perlu ada agen-agen tunggal yang berfungsi menjual golkar ke publik. Nah disinilah peran salah satunya para senior Golkar. Memutus komunikasi dengan para patron ini jelas kesalahan yang tidak dapat ditolelir bagi prospek kemenangan golkar,”ucapnya, Rabu (7/4).
Jika tidak berbenah, maka akan muncul kader yang bisa menggantikan TP seperti Adnan Purichta, Andi Fahsar Padjalangi, Andi Kaswadi Razak serta Andi Sudirman Sulaiman.
“Artinya, TP sangat tidak cukup aman dalam percaturan politik Golkar Sulsel. Lebih lagi dengan karakter politiknya yang diklaim enggan melakukan rekonsilisasi dan konsolidasi dengan para elit maupun tokoh senior Golkar. Jangankan mengharap kemenangan hingga 70% seperti dijanjikannya. Saya kira, sulit mempertahankan kemenangan yang ada sekarang saja,”pungkasnya.
Sebelumnya, ketua Fraksi Golkar DPRD Tana Toraja melakukan protes saat ingin mendaftar. Tak hanya itu, mantan sekrestaris Golkar Jeneponto Suharto Rahman juga protes karena para ketua pincam diganti (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini