Connect with us

Kriminal

Jaksa Periksa Maraton Mantan Pimcab dan Head Teller

Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi Bank Sulsel Cabang Bulukumba

-

MAKASSAR, BKM — Penyidik bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap mantan pimpinan cabang (Pimcab) dan head teller Bank Sulsel Cabang Bulukumba.
Pemeriksaan keduanya dalam kapasitas sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi kredit fiktif dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp25 miliar di Bank Sulsel Cabang Bulukumba.
Ada lima orang saksi yang telah dijadualkan untuk menjalani pemeriksaan secara maraton di ruang pemeriksaan penyidik Pidsus Kejati Sulsel. Hanya saja, pemeriksaan yang dilakukan penyidik berlangsung secara tertutup.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil, membenarkan soal adanya pemeriksaan tersebut. ”Hari ini ada 5 orang saksi, yang kita periksa,” tukas Kasi Penkum Kejati Sulsel, Idil, Rabu (7/4).
Kelima saksi yang diperiksa kata Idil, merupakan saksi dari unsur mantan pimpinan cabang dan head teler, di Bank Sulsel Cabang Bulukumba. Mereka dijadikan sebagai saksi atas adanya dugaan korupsi kredit fiktif dan TPPU senilai Rp25 miliar di Bank Sulsel Cabang Bulukumba.
”Pemeriksaannya berlangsung sejak siang tadi. Kelima saksi yang kita panggil, semuanya hadir,” ujar mantan Kasi Pidum Kejari Parepare ini.
Penyidik menurut Idil dalam kasus ini, sementara masih terus melakukan pengumpulan barang bukti, serta keterangan dari sejumlah pihak yang dianggap ada kaitannya dalam kasus ini.
”Sudah sepekan penyidik melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mencari dan mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus ini,” tukas Idil.
Hanya saja, Idil belum bisa membeberkan terlalu jauh soal penanganan kasus ini secara teknis. Sebelumnya Idil menyebut status penyidikan untuk perkara ini dilakukan, setelah penyidik Tindak Pidana Khusus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi fakta. Yaitu saksi fakta peristiwa dan kajian terhadap dokumen-dokumen kredit yang sudah diperoleh.
”Dari situlah ditemukan bukti permulaan yang cukup, adanya peristiwa TPPU terkait pemberian kredit usaha mandiri dan kredit usaha lainnya dengan secara fiktif oleh Bank Sulsel Cabang Utama Bulukumba dari tahun 2016 sampai 2021 dengan estimasi nilai kredit keseluruhan sebesar Rp25 miliar. Tentu ini kan sudah penyidikan. Kalau bukti-bukti dianggap kuat dan memenuhi pasal 184, tentu kita akan melakukan penetapan,” pungkasnya. (mat)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini