Connect with us

Metro

Tidak Pasang Tarif Menerima Seikhlasnya

Daeng Ambo Saleng, Pembaca Doa di Kuburan (1)

-

BKM/MUH RIDHO HUDAYAH SEMANGAT--Daeng Ambo Saleng tetap semangat membacakan doa bagi keluarga peziarah. Kegiatan baca doa dilakoni Daeng Ambo hanya saat menjelang ramadan saja.

TEMPAT pemakaman umum (TPU) Panaikang, Jalan Urip Sumoharjo mulai ramai dikunjungi peziarah jelang ramadan. Warga pun memanfaatkan momen ini untuk meraup rezeki.

Tak hanya dengan berjualan makanan, minuman, atau bunga, ada pula yang menawarkan jasa pembacaan Yasin dan doa. Seperti yang dilakoni Daeng Ambo Saleng.
Pantauan penulis di TPU Panaikang, kemarin, beberapa orang menggunakan sarung, dan peci tampak mendekati setiap peziarah yang datang. Mereka menawarkan jasa sebagai pembaca doa di makam.
“Mari Bu, silakan, nanti saya bacakan doa,” ujar Daeng Ambo dengan senyum kepada peziarah.
“Saya menawarkan jasa membaca doa hanya saat ramai peziarah saja, biasanya menjelang bulan puasa dan saat lebaran,” kata Daeng Ambo.
Tidak ada tarif khusus yang dipasang untuk jasa yang ditawarkannya. Setiap warga yang menggunakan jasanya hanya memberi dengan keikhasan.
“Ya namanya kita mencari rezeki, seikhlasnya warga mau memberi berapa. Ada yang ngasih Rp 20.000 ada juga Rp 50.000,” tuturnya dengan enggan menyebut berapa jumlah yang didapatnya dalam sehari.
Ia pun kemudian memimpin pembacaan doa mulai dari Surat Al Fatihah, Surat Yaasin, serta tahlil. Beberapa doa lain juga dilantunkan untuk mendoakan ahli kubur.
Rata-rata ia membaca doa di makam selama 15-20 menit.
Ambo menambahkan, ia hanya menjadi pembaca doa di kuburan tiap jelang Ramadan dan saat lebaran saja.
“Kalau hari biasa saya dirumah aja main sama cucu, kesininya kalau lagi mau puasa dan pas lebaran,” katanya.
Ia juga mengaku, selain jasa membacakan doa, ia juga seringkali dipanggil warga untuk memandikan jenazah dan ikut dalam kegiatan barasanji.(*)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini