Connect with us

Headline

Kejati Tahan Pejabat Bank Sulselbar

Tersangka Kredit Fiktif dan TPPU Senilai Rp25 Miliar di Bulukumba

-

BKM/RAHMAT DITAHAN-Muh Ikbal Reza Ramadhan, pejabat Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba digiring ke mobil tahanan oleh penyidik Kejati Sulsel, Kamis (8/4). Asisten Bidang Intelejen Kejati Sulsel Gatot Irianto dalam penjelasannya, mengatakan Ikbal ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan intensif dalam kasus dugaan kredit fiktif dan TPPU di Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba sebesar Rp25 miliar .

MAKASSAR, BKM — Muh Ikbal Reza Ramadhan (MIRR) kini harus merasakan dinginnya ruang tahanan. Account officer ini dijebloskan ke dalam sel penjara, menyusul penetapannya sebagai tersangka oleh penyidik bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Kamis (8/4).
Sebelum ditahan dan dijadikan tersangka, pejabat tersebut menjalani pemeriksaan intensif terkait kasus dugaan kredit fiktif dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp25 miliar di Bank Sulselbar cabang utama Bulukumba.

Asisten bidang Intelejen Kajati Sulsel Gatot Irianto, dalam keteragan persnya mengatakan, bahwa selain melakukan penetapan tersangka, penyidik juga langsung melakukan penahanan. ”Yang bersangkutan (MIRR) kita langsusung tahan di sel tahanan tipikor Lapas Klas I Makassar, ” ungkap Gatot, kemarin.
Ia menerangkan, tersangka merupakan pihak yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU dalam pemberian Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL) secara fiktif oleh Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba dari tahun 2016 sampai 2021.

“Tersangka selaku account officer pada Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba melakukan pemalsuan dari tahun 2016 sampai dengan 2021,” ungkap Gatot.

Dalam praktiknya, tersangka melakukan pemalsuan 160 dokumen pengajuan kredit usaha mandiri dan kredit usaha lainnya. Sekaligus melakukan pemrosesan pemberian kredit dengan nilai kredit keseluruhan sebesar Rp25 miliar.

Dengan tujuan untuk keuntungan diri sendiri. Akibat perbuatan tersangka tersebut, negara mengalami kerugian sekitar kurang lebih Rp25 miliar.

Ia diduga melanggar pasal 2 ayat 1 Pasal 3 pasal 9 juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP pidana juncto pasal 64 ayat 1 ke-1 KUHP pidana pasal 3 pasal 4 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Setelah penetapan tersangka terhadap MIRR, kemudian dilakukan penahanan dengan surat perintah penahanan nomor print: 33/2b.4/9 04/ 202, tanggal 8 April 2021.

Tersangka, sambung Gatot, akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung 8 April 2001 sampai 27 April 2001 di rutan Lapas Klas I Makassar. (mat)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini