Connect with us

Metro

Suhartina: AH Presiden, TP Gubernur Sulsel

AMPG Susul Pincam Segel Kantor Golkar Toraja

-

IST MENERIMA--Ketua DPD II Golkar Maros Hj Suhartina Bohari menerima bendera partai dari Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe usai terpilih sebagai ketua di musda.

MAROS, BKM–Giliran Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar kabupaten Maros Suhartina Bohari yang turut mengkampanyekan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden dan Taufan Pawe (TP) sebagai calon Gubernur Sulsel.
Usai terpilih di musyawarah daerah (musda) Golkar Maros di Hall Grand Town, Kecamatan Mandai, Sabtu (10/4).
Suhartina yang juga wakil bupati ini bahkan menargetkan kemenangan partai berlambang pohon beringin rindang disemua even politik mendatang.
Suhartina mendengungkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga sebagai calon presiden dan Ketua DPD I Golkar Sulsel TP sebagai calon gubernur. Suhartina pun menargetkan minimal delapan kursi di Pemilu 2024 dan semakin mengokohkan Golkar sebagai partai pemenang di Maros.
“Semua event politik wajib kita menangkan di Maros, AH Presiden, TP Gubernur 2024, dan kita pertahankan kemenangan di Pileg yang telah kita raih di Pemilu 2019,”ujar Suhartina usai terpilih di musda secara aklamasi.
Ia pun menilai AH dan TP sebagai kader terbaik Golkar saat ini yang wajib diusung dan dimenangkan. Jika partai telah resmi mendeklarasikan keduanya sebagai capres dan cagub, maka Suhartina akan memimpin pemenangan di Maros untuk AH dan TP.

Untuk mewujudkan itu, mantan politisi PAN ini mengajak semua komponen untuk bersama-sama dan tidak terpecah di Butta Salewangang. Ia pun terbuka dan siap merangkul semua tokoh-tokoh yang bisa membawa Golkar lebih berjaya. “Kita kembalikan kejayaan Partai Golkar di Maros, mari kita bersama- sama karena semua itu dapat kita raih tentu dengan barisan yang solid dan tangguh,” ujar mantan anggota DPRD Maros itu.
Ketua Golkar Sulsel TP mengatakan, Bupati Maros akan lebih nyaman jika didampingi kader Golkar. Apalagi sejak didirikan, Golkar tak pernah menjadi oposisi dalam pemerintahan dan terus berkontribusi dalam pembangunan.
“Pak Bupati akan lebih nyaman jika Wabupnya orang Golkar, Ketua DPRDnya juga orang Golkar,” kata TP sambil melirik kepada Bupati Maros Chaidir Syam yang sempat hadir.
TP pun memuji pelaksanaan musda yang sangat sukses di bawah komando Rahman Pina sebagai Plt. “Nyaris tanpa cacat, 14 pincamnya hadir, 7 anggota fraksi hadir, dan saya sudah berkeliling di sejumlah daerah di Sulsel untuk konsolidasi atau musda dan saya nyatakan musda ini bisa jadi percontohan, ini musda terbaik,” puji TP.
Untuk langkah awal, Suhartina akan menyusun struktur kepengurusan dan diberikan waktu 30 hari.
Terkait isu dirinya akan mencalonkan sebagai bupati pada tahun 2024, Suhartina tidak ingin sesumbar. Saat ini dia ingin fokus bekerja mengurus pemerintahan sebagai Wakil Bupati dan sebagai ketua Golkar.
“Kita bekerja saja, kita tunjukkan hasil kerja nanti tahun 2024 yang menentukan,” terangnya.

Hal berbeda terjadi di Tana Toraja, dimana sebelumnya sejumlah pengurus dan kader serta pimpinan kecamatan (pincam) telah menyegel kantor Golkar Tana Toraja, maka angkatan muda partai golkar (AMPG) juga melakukan hal sama.
Penyegelan itu tidak lepas dari kinerja panitia musda sebab bekerja dalam tekanan, membuat kader Golkar mengambil tindakan.
Penyegelan dilakukan lantaran Plt Golkar Tana Toraja Lukman B.Kady, berkinerja buruk, sebab bukan jadi penengah dan penyejuk diantara faksi internal kader Golkar, bahkan ditengarai berpihak.
“Ini dibuktikan selama proses persiapan musda tidak semua pengurus harian DPD II Partai Golkar diundang pleno, sehingga kebijakan panpel Musda banyak yang oper lepping dengan aturan internal Golkar,” terang Ketua AMPG Toraja Randan Sampetoding.
Anggota DPRD Tana Toraja ini menilai jika tindakan tegas dilakukan sebagai bentuk protes kepada panitia musda yang tidak profesional, dan terkesan penuh rekayasa menguntungkan salah satu calon ketua.
Anggota AMPG lainnya yakni Purwanto menambahkan bila penyegelan kantor dilakukan sebagai bentuk kekesalan kepada panitia. “Partai Golkar milik semua kader dan kantor Ini rumah kita bersama. Anehnya kantor Golkar digunakan orang mengaku kader namun tidak merangkul semua pengurus. Selama Lukman B.Kady tidak buka ruang konsolidasi, seraya menunda agenda musda maka kantor Golkar Tana Toraja tetap disegel,” pungkasnya. (ary-gus/rif/c).

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini