Connect with us

Gojentakmapan

Pegawai Non-ASN di Maros Terima Jaminan Sosial

-

MAROS, BKM — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagaerjaan bersama Pemerintah Kabupaten Maros menyelenggarakan MoU jaminan sosial pegawai non-ASN di kantor Bupati Maros, Jumat (9/4).
Kegiatan penandatanganan MoU terkait jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pegawai non-ASN disambut hangat Bupati Maros, Chaidir Syam. Kegiatan ini merupakan bentuk perlindungan dari risiko kecelakaan yang dapat dialami siapa saja. Khususnya pekerja pada saat melaksanakan kerja.
Mengingat, orang yang mengalami kecelakaan atau meninggal dunia tidak tahu kapan waktu dan dimana tempatnya. Pemerintah daerah memiliki tujuan untuk menanggulangi terjadinya kemiskinan. Hal ini selaras dengan tujuan pelaksanaan jaminan sosial, yaitu agar tidak terjadi kemiskinan baru.
”Telah dilaksanakan penandatanganan MoU terkait perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pegawai non-ASN se-Kabupaten Maros. Pemda sebagai pemberi kerja bertugas untuk memberi perlindungan kepada seluruh pekerja yang ada di lingkup wilayah Pemda. Jika ASN dilindungi Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen), untuk Non ASN Itu dilindungi BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Aminah Arsyad selaku Kepala Cabang BPJS ketenagakerjaan Kabupaten Maros usai penandatanganan.
Sejak awal April terdata 4.300 pekerja non-ASN di Pemkab Maros telah terlindungi untuk dua program jaminan sosial. Dua program jaminan sosial dimaksud ialah program kecelakaan kerja dan program jaminan kematian.
Untuk sistem jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, akan ditanggung 100 persen oleh pemberi kerja dalam hal ini Pemkab Maros, tanpa ada pemotongan gaji pegawai non-ASN. Batas upah 2021 sampai juni sebesar Rp1 juta dengan iuran Rp5.400 untuk dua program kerja. Namun ada kenaikan iuran Rp4.000, maka total iuran per Juli 2021 sebesar Rp9.400.
”Jika meninggal karena sakit, itu akan diberikan jaminan sebesar Rp42 juta. Jika terjadi kecelakaan kerja sebesar 48 kali dari upah yang dilaporkan. Tidak sampai disitu, biaya pemakaman, santunan berkala, serta beasiswa untuk dua anak juga akan diberikan. Tanggungan beasiswa bagi anak yang orang tuanya mengalami kecelakaan kerja akan ditanggung mulai dari TK hingga perguruan tinggi dengan total Rp174 juta,” lanjut Aminah. (ari/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini