Connect with us

Headline

Satgas Pangan Awasi Pelaku Usaha ‘Nakal’

Jelang Ramadan, Harga Telur dan Daging Naik

-

BKM/CHAIRIL PANTAU HARGA-Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Kapolda Irjen Pol Merdisyam memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Terong, Senin (12/4). Harga telur mengalami kenaikan hingga Rp5 ribu per rak.

MAKASSAR, BKM — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Pol Merdisyam melakukan peninjauan lapangan bahan pokok di Pasar Terong Makassar, Senin pagi (12/4). Ada pula Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar Hilman Pujana, serta beberapa kepala OPD terkait Lingkup Pemprov Sulsel.
Berjalan menyusuri pasar tradisional itu, Andi Sudirman berbincang dengan beberapa pedagang. Menanyakan harga bahan pangan. Mulai dari bawang, cabai, daging, ayam, minyak, beras, serta telur. Bahkan Andi Sudirman memborong jualan para pedagang.

Di kesempatan itu pula, ASS turut membagikan masker kepada para pedagang, serta mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan. Ia menyampaikan, peninjauan ini dilakukan guna memastikan pasokan komoditas pangan pokok tetap terjaga jelang memasuki bulan Ramadan 1442 Hijriah.
“Sebelum masuk Ramadan, kita mengecek data umum (ketersediaan pangan di pasar). Alhamdulillah, pasokan pangan masih aman,” ujarnya.
Ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan maupun penurunan. “Setelah kita cek, cabai sudah turun, dari yang sebelumnya harga Rp90-100 ribuan, sekarang sudah Rp70 ribu per kg. Harga beras stabil. Harga minyak ada kenaikan Rp1.000. Itu masih wajar. Daging Rp120 ribu masih normal. Harga ayam dan bawang juga normal. Yang naik ini harga telur, dari Rp38 ribu menjadi Rp43 ribu, naik Rp5 ribu,” jelasnya.

Harga cabai pun menjadi perhatian. “Nanti Jeneponto akan panen. Insyaallah akan mulai turun lagi. Kita juga tidak ingin (harga) turun kencang, jangan sampai masalah di sistem rantai pasokan. Kita juga tidak bisa (menghambat penjualan) ketika luar Sulsel membutuhkan. Ini kan pasar. Kita tidak bisa menahan barang untuk keluar. Namun, bagaimana kita menjaga harga tidak melonjak naik, maka kita akan turun untuk intervensi operasi pasar. Apalagi saat ini sudah turun pada harga Rp70 ribu,” ungkapnya. Ia pun berharap, Satgas Pangan bisa membantu menjaga stok pangan di pasar menjelang Ramadan ini.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, menyampaikan bahwa Satgas Pangan dari Polda Sulsel akan bertugas dalam mengendalikan harga dan inflasi. Ada beberapa faktor yang membuat harga mengalami kenaikan atau penurunan. Di antaranya karena faktor permintaan, ketersediaan, panen, maupun kondisi.
“Intinya bagaimana kita menjaga agar tidak ada permainan harga. Kita bersama-sama dengan stakeholder terkait Satgas Pangan untuk ikut membantu dalam hal pengawasan terhadap para pelaku yang ‘nakal’, yang memanfaatkan situasi dan menahan barang untuk menaikkan harga,” tandas Irjen Merdi.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) VI KPPU Makassar Hilman Pujana, mengatakan bahwa KPPU berfokus bagaimana kelancaran arus barang, apakah pasar berfungsi secara maksimal ataupun tidak.
“Kalau harga buat kami itu adalah parameter. Harga dan ketersediaan. Kalau harganya naik, kita lihat apakah itu dalam penawaran atau dari permintaan yang bertambah. Kepada pelaku usaha, tolong tidak mengambil kesempatan terlalu menaikkan harga. Seperti yang kita cek, ketersediaan cukup. Jadi kita harapkan harga bisa stabil. Kita tetap memantau agar tidak ada pelaku usaha yang menahan atau menghambat arus pasokan barang di pasar,” terangnya.
Dari pantauan BKM di lapangan, harga daging sapi berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram. Sementara harga cabai Rp80 ribu per kilogram.
Daus, seorang pedagang di Pasar Terong mengakui hal itu. Menurutnya, harga daging sapi kini ia jual dengan harga Rp120 ribu per kilogram. Naik Rp20.000 dari harga sebelumnya yang hanya Rp100 ribu. Daus mengakui kenaikan harga sudah terjadi beberapahari terakhir.
”Kenaikan seperti ini bisa terjadi setiap tahun menjelang bulan suci Ramadan,” ujarnya. Ia memprediksi harga daging sapi dan cabai diprediksi akan terus mengalami kenaikan seiring masuknya bulan suci Ramadan hingga lebaran Idul Fitri.

“Kondisi ini berangsur-angsur kembali normal setelah Ramadan dan lebaran Idul Fitri berlalu,” jelas Daus, kemarin. (jun-pkl)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini