Connect with us

Metro

Truk Sampah Konvensional Harus Diganti

-

BKM/DOK PEREMAJAAN--Truk sampah milik Pemerintah Kota Makassar mulai banyak yang rusak dan butuh peremajaan. Apalagi, DLH menyebut truk sampah yang ada saat ini perlu diganti.

MAKASSAR, BKM– Persoalan sampah saat ini sangat kompleks. Rata-rata sampah harian yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa antara 900-1.000 ton per hari.
Banyaknya sampah yang akan diangkut tidak sebanding dengan armada truk sampah milik Pemkot Makassar.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Iman Hud mengatakan, antrean truk sampah yang masuk ke TPA Tamangapa juga tidak bisa dihindari.
Jumlah truk sampah dan volume sampah di Makassar tak berimbang.
Apalagi kata Iman, antrea yang terjadi karena mayoritas armada truk sampah milik pemkot masih menggunakan sistem konvensional. Sampah masih diangkut menggunakan tenaga manusia begitu juga ketika diturunkan. Masih bergantung menggunakan tenaga manusia.
“Apalagi dua pekan terakhir kita juga bergelut dengan banyak kasus pohon tumbang. Bayangkan ada 250 pohon tumbang. Sisa-sisa pohon itulah yang kemudian juga yang ikut diangkut oleh truk sampah kita,” ujar Iman.
Data DLH menunjukkan, model truk konvensional mendominasi armada sampah pemkot. Yakni model tangkasaki sebanyak 170 unit yang tersebar di seluruh kecamatan.
Lalu kemudian dum truk 112 unit. kondisi dum truk pun mayoritas butuh peremajaan. “Jadi masalah kita cukup kompleks. Butuh penangana efektif. Dan, saya kira Pemkot Makassar akan berupaya untuk itu,” ucap dia.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, ada kesalahan manajemen persampahan di Makassar.
“Kenapa baru sekarang antre padahal di era saya tidak. Jadi truk yang antre sampai panjang itu karena sistem yang dibangun tidak jalan. Di era saya sebelumnya tidak seperti ini. Kita lihat masalah sampah kita tidak diperhatikan. Kita akan segera benahi ini,” katanya.
Danny mengungkapkan, ada kesalahan dalam penataan truk sampah yang hendak ke TPA. Sebelumnya jalur untuk membuang sampah telah diatur. “Sekarang tidak lagi. Jadi antre berjam-jam. Jadi ini masalah jalan dan waktu tidak diatur. Jadi terjadilah penumpukan,” katanya.
Untuk peremajaan dan penambahan, kata Danny, program itu akan menjadi fokus pada tahun depan.
“Jadi nanti model tangkasaki kita pertahankan. Tetapi tidak konsensional lagi. Jadi saat hendak dibuang ke TPA sudah otomatis. Ini jadi atensi kita,” pungkasnya. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini