Connect with us

Headline

Dituduh Curi Ampas Tahu, Ayah-Anak Tebas Jukir

-

PANGKEP, BKM — Peristiwa pemarangan menimpa juru parkir (jukir) di rest area Tahu Sumedang, di Desa Gentung, Kecamatan Labakkang, Pangkep, Senin (12/4). Pelakunya melibatkan ayah bersama anaknya.
Awal kejadiannya bermula saat Rusdi (25) yang sehari-hari bertugas sebagai koordinator jukir menelepon Kamaruddin (50). Rusdi menyampaikan bahwa anak Kamaruddin bernama Akmal(22) mencuri ampas tahu.
Kamaruddin tak terima anaknya dituduh mencuri ampas tahu. Pelaku bersama putranya langsung membawa parang panjang dan bergegas menuju area parkir Tahu Sumedang di Desa Gentung, jalan poros Pangkep-Makassar di Desa Gentung, Kecamatan Labakkang.
Kedua pelaku (ayah dan anak) ini langsung mencari koordinator jukir Rusdi. Saat itu juga Kamaruddin langsung berbuat nekat dengan menebas korban.
Bukan hanya Kamaruddin yang memarangi Rusdi. Putranya, Akmal ikut menikam perut korban dengan sebilah badik yang dibawa dari rumahnya di Kampung Bontoa, Kelurahan Labakkang.
Di depan penyidik, Kamaruddin mengakui tak terima anaknya Akmal dituduh mencuri ampas tahu di warung Tahu Sumedang. “Makanya, kami bersama anak mendatangi korban dan memaranginya,” ujar Kamaruddin.
Kapolres Pangkep AKBP Endong Nurcahyo yang dihubungi, Selasa (13/4) membenarkan adanya peristiwa ini. Kasus tersebut masih dalam tahap pengembangan.
“Betul telah terjadi penganiayaan dengan menggunakan parang dan badik. Korban dirawat di Puskesmas Labakkang. Sedangkan kedua pelaku sudah kami diamankan di Polres Pangkep,” kata AKBP Endong. (udi/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini