Connect with us

Headline

Kejati Dalami Dugaan Korupsi Besi Bekas Mattoanging

Aset TPPU Bank Sulselbar Diduga Disembunyikan Keluarga Tersangka

-

MAKASSAR, BKM — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan memberi atensi terhadap kasus dugaan korupsi dalam penjualan besi hasil bongkaran Stadion Mattoanging. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Idil, mengatakan pihaknya akan mencari tahun dan mendalami informasi tersebut.
”Tentu kita akan telusuri setiap informasi yang masuk. Tak terkecuali tentang penjualan besi bekas pembongkaran gedung Stadion Mattoanging yang diduga ada penyimpangan. Kita akan mengecek kebenarannya, ada tidaknya kerugian negara yang ditimbulkan. Kita akan berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel,” ujar Idil, kemarin.
Direktur Lembaga Antikorupsi (Laksus) Sulsel Muh Ansar, meminta Kejati Sulsel mengungkap kasus tersebut. Ia merinci, hasil penjualan besi bekas hasil pembongkaran gedung Stadion Mattoanging dalam rangka revitalisasi Stadion Mattoanging senilai Rp3,4 miliar.

“Kami menduga ada mafia yang bermain di balik penjualan besi bekas itu. Karena dari Rp3,4 miliar yang terjual, hanya Rp1,3 miliar yang disetor ke Pemprov Sulsel,” ungkap Muh Ansar, Senin (12/4).
Dijelaskan, penjualan besi tua tersebut dilakukan melalui proses lelang. Namun, faktanya lelang tersebut tidak pernah terekspos ke publik.

“Kuat dugaan transaksi penjualanya dilakukan di bawah tangan atau secara sembunyi-sembunyi,” ujar Anshar.

Kasus Bank Sulselbar

Kasus lain yang kini ditangani secara intensif oleh Kejati Sulsel adalah dugaan korupsi kredit fiktif dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba senilai Rp25 miliar. Penyidik bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel telah menetapkan Account Officer (AO) Muh Ikbal Reza Ramadhan sebagai tersangka.
Sejumlah aset miliknya juga telah disita. Seperti satu unit sepeda motor Yamaha XMax, satu unit motor Nmax, satu unit sepeda Honda CBR 250, satu unit mobil pickup Gran Max, bangunan kafe, tempat pencucian mobil (carwash), vape store, salon kecantikan, serta percetakan. Aset ini berlokasi di Kabupaten Bulukumba. Sementara satu unit rumah mewah yang berlokasi di Clarity Residance, Makassar juga telah disita. Termasuk uang senilai Rp670 juta dalam rekening.

Walau begitu, penyidik meyakini masih ada sejumlah barang bukti lain yang belum diserahkan oleh pihak tersangka. ”Barang-barang tersebut diduga dikuasai oleh pihak keluarga tersangka,” ujar Idil.
Aset tersebut berupa sepeda motor, mobil mewah, serta bangunan. Pihak penyidik telah berkoordinasi dengan keluarga tersangka untuk menyerahkan aset barang bukti tersebut. Namun mereka justru hanya menyerahkan sebagian saja.

“Kami menduga barang bukti itu disembunyikan supaya tidak disita oleh penyidik,” tandasnya.

Meski begitu, kata Idil, penyidik Kejati Sulsel akan terus melakukan pelacakan serta pengejaran terhadap aset-aset tersebut. Dikhawatirkan aset itu tersebut sudah dipindahtangankan. ”Jika sampai itu terjadi, sanksinya bisa dijerat pidana. Karena itu sama saja dengan menghalang-halangi upaya penyidikan,” tandasnya.
(mat)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini