Connect with us

Headline

Pizza Dimasak di Tungku Pakai Kayu Kopi

Icip-icip Paket Buka Puasa Rindu Ramadan di Swiss-Belinn Panakkukang

-

PUASA bulan Ramadan kini tengah ditunaikan, di tengah suasana yang masih pandemi covid-19. Pelaku usaha pun mulai menggeliat menyambut kenormalan baru ini. Salah satunya pengelola hotel. Mereka menyiapkan menu untuk berbuka puasa, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai prasyarat utama bagi pengunjung.

SESI Podcast harian Berita Kota Makassar edisi Senin (12/4) agak berbeda dari biasanya. Tim berkunjung ke sebuah hotel yang terletak di bilangan Jalan Adhyaksa, Panakkukang, Makassar. Dipandu host Putri Sasongko, wawancara dilakukan dengan General Manager Hotel Swisbel Inn Panakkukang Erwin Triyuswanto.
Diawali dengan perbincangan tentang kondisi dunia perhotelan dimula pandemi covid-19 melanda tahun 2020 lalu. Erwin mengakui, hotel yang dikelolanya sangat terdampak dengan situasi tersebut. Bahkan pada titik nadir.

”Kami sempat tutup selama tiga bulan waktu itu. Awal April hingga akhir Juni. Saat itu bisnis drop luar biasa. Bahkan terkadang tidak ada kunjungan sama sekali. Kosong. Karena itu diputuskan untuk tutup dan merumahkan karyawan,” tutur Erwin.
Walau begitu, lanjut Erwin, pihaknya tidak menempuh langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan yang dirumahkan. Malah, mereka tetap diberi upah walau hanya setengah dari biasanya.
”Karena tidak bekerja, maka upah yang diberikan sebesar 50 persen dari yang biasa didapatkan. Hingga akhirnya pada bulan Juli kita buka kembali, dan upah dibayar normal,” ujarnya lagi.
Tantangan baru yang dihadapi ketika buka kembali, menurut Erwin, yaitu memberikan keyakinan kepada para tetamu terkait penerapan protokol kesehatan. Sejak pertama masuk hotel, prokes sudah diatur. Seperti menyiapkan tempat cuci tangan, termo gun untuk alat pengukur suhu tubuh, serta penyemprotan disinfektan secara rutin. Selain itu, memastikan semua tamu yang masuk harus memakai masker. Bagi mereka yang tidak membawa, pihak hotel menyiapkannya.

Untuk fasilitas kamar, menggunakan sinar ultra violet untuk membunuh kuman dan virus. Juga disinfektan liquid. Furniture hotel juga rutin dibersihkan. Sementara karyawan dilengkapi dengan pelindung diri, seperti sarung tangan dan face shield. ”Bahkan semua karyawan kita sudah divaksin tahap kedua,” tandasnya.
Setelah prokes terpenuhi, pengelola hotel pun beranjak pada upaya memasarkan produk. Di bulan Ramadan ini, menurut Erwin, disiapkan paket buka puasa bersama dengan nama Rindu Ramadan. Program tersebut dipilih, karena pandemi sudah setahun berlalu, dan umat Islam merindukan suasana Ramadan seperti sebelum covid-19 mewabah.
”Dengan program vaksinasi yang dilakukan pemerintah secara massif, dan masyarakat juga semakin sadar dan paham dengan prokes, maka kita mencoba menawarkan paket buka puasa bersama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti jumlah mereka yang berbuka puasa. Jaraknya juga diatur. Semua harus memakai masker,” terang Erwin.
Khusus untuk menu, Erwin mengakui sangat variatif. Namun yang menjadi food ikon Hotel Swisbel Inn adalah ini pizza originally. ”Ini ril pizza. Pertama, dimasak dengan menggunakan tungku, bukan oven. Bahan bakarnya juga berbeda. Kayu yang dipakai adalah kayu kopi, sehingga membuat aromanya lebih wangi,” beber Erwin.
Yang spesial di bulan Ramadan ini adalah pizza dengan topping kurma dan rendang. Putri sempat disajikan pizza tersebut dan mencicipinya. ”Aroma dan rasanya memang beda,” ujar Putri usai icip-icip. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini