Connect with us

Gojentakmapan

Disdik Maros Siap Buka Sekolah Secara Terbatas

-

MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melalui Dinas Pendidikan Maros sudah siap membuka sekolah secara terbatas. Hal ini dikatakan Kadis Pendidikan Maros, Takdir usai memimpin rapat dengan pengawas, para perwakilan kepala sekolah dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP. Kamis (15/4).
Disebutkan Kadis, ada beberapa pertimbangan yang mendasari sehingga Disdik sudah siap membuka sekolah secara terbatas. Pembukan secara terbatas hanya sebagai tahap awal dibukanya sekolah secara resmi. Namun pada tahun ajaran baru mendatang semua siswa sudah wajib masuk sekolah.
”Rencana awal membuka tatap muka untuk melihat perkembangan agar jangan sekolah jadi klaster penularan Covid-19 dan mudah mudahan rencana kami ini berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” harap Takdir.
Ditambahkan Kadis, sebelum rencana ini dilaksanakan Disdiksudah rapat dengan Kapolres, Kodim, Ikatan Dokter Indonesia, Ketua DPRD Maros dan ketua dan Tim Covid Kab Maros. Hasil pertemuan itu tidak satu pun yang menolak rencana buka sekolah secara langung.
”Selain itu, kita juga merujuk dari surat edaran kesepakatan empat menteri. Dari dasar inilah kami mengudang perwakilan para kepala sekolah di 14 kecamatan untuk menyampaikan rencana buka sekolah sekolah secara langsung. Kami tidak berani memberikan kebijakan buka sekolah secara langsung jika tidak dasar yang kami jadikan petunjuk,” ujar Kadis.
Dikatakan Kadis, kondisi perkembangan Covid di Maros sekarang sudah menurun drastis. Hampir dua pekan terahir ini, laporan tim Covid sudah tidak ada lagi. Sehinggga harus memcoba membuka sekolah secara langsung namun terbatas siswa yang harus datang ke sekolah. Pihak sekolah yang akan mengakomodir siswanya untuk datang ke sekolah belajar seperti bisa. Sekolah harus membentuk tim gugus Covid di setiap sekolah agar mudah koordinasinya.
”Setiap sekolah harus ada tim gugus Covid agar tim itu bisa dengan cepat memonitor perkembangan proses pembelajaran siswa terkait masalah kondisi kesehatan siswa yang datang ke sekolah,” ujar Kadis.
Dengan dibukanya sekolah, lanjut Kadis, setiap sekolah harus melengkapi administrasi sebagai syarat kesiapan sekolah melaksanakan tata muka sekolah. Pensyaratan administrasi itu telah terlihat kesiapan sarana dan prasaran setiap sekolah untuk melakukan tatap muka.
”Sekolah yang bermohon ke dinas pendidikan dan jika bersyarat maka akan diberikan kebijakan begitu juga sebaliknya,” jelas Kadis.
Yang terpenting, kata Kadis, guru dan tenaga kependikan yang akan masuk ke sekolah harus dilengkapi bukti hasil vaksin dari dinas kesehatan. Guru yang belum di vaksin sama sekali tidak diperbolehkan masuk ke sekolah.
”Kami sudah imbau guru dan tenaga kependidikan yang belum divaksi diharapkan datang sendiri ke Puskesmas untuk melakukan vaksin dan tim medis disetiap puskemas sudah stambay di puskesmas menunggu guru dan tenaga kependidikan untuk divaksin,” kata Kadis.
Kemudian, lanjut Kadis, siswa yang datang ke sekolah harus dilengkapi dengan masker, dan tim gugus yang sudah dibentuk setiap sekolah harus mengecek suhu setiap anak anak yang masuk. Anak yang kedapatan suhunya 36-37 tidak diperbolehkan masuk dalam lokasi sekolah. Begitu juga guru yang kondisinya kurang bagus sebaiknya jangan ke sekolah dulu sebelum kondisi kesehatanya membaik. (ari/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini