Connect with us

Gojentakmapan

Pemkab Maros Laporkan Penanganan Covid-19

-

MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melaporkan penanganan Covid-19 kepada Kemenko Polhukam yang dipimpin Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Maros, Andi Davied Syamsuddin, di ruang rapat kantor bupati Maros.
Monitoring dan evaluasi pencegahan dan penanganan covid-19 yang dipimpin Sekkab Maros mewakili bupati dan Wabup Maros menyampaikan kondisi kasus Covid-19 untuk Kabupaten Maros. Sekkab Maros melaporkan, sampai hari ini terjadi penurunan kasus sebesar 38 orang.
Sehingga tersisa tujuh kasus. Tiga di antaranya kasus tanpa gejala, dengan tingkat kesembuhan untuk Kabupaten Maros mencapai 96 persen. Untuk angka kematian berada ditingkat 1,3 persen, dengan total konfirmasi kasus sebanyak 1.646.
”Sejak kasus Covid pertama pada tanggal 27 Maret 2020, ada tiga puncak kasus. Yang pertama pada bulan Juni, kedua pada bulan Agustus, dan puncak tertinggi berada pada bulan Desember Januari. Tepat tanggal 26 Januari 2021 menjadi puncak tertinggi kasus yakni sebanyak 297 yang terkonfirmasi aktif. Namun sejak tanggal itu pula terjadi penurunan terus menerus hingga hari ini,” tutur Sekkab Maros dalam rapat tersebut.
Sekkab Maros juga melanjutkan, sejalan dengan itu pihaknya telah melakukan vaksinasi sebanyak 13.000, terdiri dari TNI Polri, Nakes, Pelayan publik, termasuk tenaga pendidik dan tokoh-tokoh agama serta tokoh masyarakat sekaitan dengan pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan.
Sejalan dengan itu, Ketua Tim Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kolonel Inf Suteikno Suleman menyampaikan, kegiatan rapat koordinasi ini dilakukan berdasarkan Perpres No. 82 tahun 2020 yang mengatur tentang pembentukan Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan pemulihan ekonomi nasional yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden.
Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir yang hadir turut melaporkan pengapresiasiannya terhadap kinerja pihak yang terkait dalam pencegahan dan penanganan covid-19. Andi Patarai Amir, menyampaikan, dengan rendahnya kasus di Kabupaten Maros memungkinkan untuk diadakannya pembelajaran tatap muka terbatas tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (ari/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini