Connect with us

Metro

Salat Idul Fitri Sunnahnya di Lapangan

-

ist Andi Sudirman Sulaiman

UNTUK pelaksanaan salat idul fitri, tegas Andi Sudirman Sulaiman, akan melihat dan mengevaluasi kembali dan tetap mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat. Sedianya pelaksanaan salat idul fitri bisa dilakukan di lapangan, lebih terbuka dan tentu bisa pengaturan jarak lebih baik, apalagi dalam sunnahnya lebih utama pelaksanaan Id itu di lapangan, katanya.
Pihaknya pun telah menyiapkan upaya zona Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, jika terjadi penularan covid-19 di lingkungan masjid setempat.
“Kita merujuk edaran kemendagri tentang PPKM Mikro. Ketika terjadi eskalasi dengan pembatasan di masjid ketika itu terjadi. Untuk surat edaran tarawih itu dan tata laksana itu secara general. Namun kebijakan PPKM, penutupan masjid dan pembukaan kembali itu kita kembalikan kepada (Satgas Covid-19) Kabupaten/Kota yang lebih tahu pelaksanaannya,” imbuhnya.
Diketahui, pelaksanaan salat tarawih di masjid, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah memberikan ‘lampu hijau’. Hal itu merujuk dari surat edaran Kementerian Agama.
“Merujuk surat edaran Menteri Agama republik Indonesia No : SE.03 Tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H. Kita buat surat edaran Nomor 451/3574/B.Kesra tentang pelaksanaan kegiatan keagamaan. Kita izinkan pelaksanaan tarawih dengan tetap protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya.
Olehnya itu, dalam memperketat pengawasan protokol kesehatan, melibatkan satgas covid-19 Kabupaten/Kota guna memantau eskalasi perkembangan Covid-19.
“Alhamdulillah sampai saat ini, penyebaran Covid-19 di Sulsel masih relatif terkendali. Tetapi kita terus menekankan protokol kesehatan. Untuk kegiatan lainnya, buka puasa diizinkan dengan pembatasan kapasitas peserta 50 persen dan tidak dengan prasmanan. Jika ingin mengambil penceramah dari luar, maka kita tekankan harus sudah melakukan validasi bahwa mereka sudah melakukan Vaksinasi covid-19. Mereka diutamakan dari Wilayah sekitar dan kita batasi hanya 10 menit untuk ceramah,” terangnya.
Lanjutnya, “kapasitas untuk salat tarawih di masjid itu 50 persen, jika jemaah banyak kita menyarankan pemanfaatan teras masjid dan termasuk pemasangan tenda-tenda untuk kapasitasnya tetap 50 persen dipertahankan. (jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini