Connect with us

Bisnis

Triwulan I, 86 RG Telah Diregistrasi

-

RESI GUDANG -- Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi ketika mengunjungi salah satu gudang gabah dalam rangka penerapan Resi Gudang.

MAKASSAR, BKM — PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) merilis data pemanfaatan Resi Gudang (RG) sampai akhir triwulan I 2021. Dalam laporan tersebut, BUMN yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang ini menyampaikan, nilai pembiayaan RG selama triwulan 1 2021 mencapai Rp17,7 miliar. Tumbuh 292 persen dibandingkan nilai pembiayaan dalam periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar Rp6,06 miliar.
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi, mengatakan, adanya pertumbuhan yang sangat signifikan ini tentunya dipengaruhi makin meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat dari Sistem Resi Gudang (SRG).
Namun demikian, masih banyak pekerjaan rumah bagi semua pemangku kepentingan dalam upaya untuk meningkatkan pemanfaatan Resi Gudang (RG) ini. Dengan melihat banyaknya komoditas yang ada, Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan RG.
Tantangannya adalah bagaimana memberikan edukasi kepada petani dan pemilik komoditas terkait manfaat dari RG. Data dari PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menyebutkan, sepanjang triwulan I 2021, telah diregistrasikan sebanyak 86 RG. Meningkat sebesar 69 persen dibandingkan triwulan I 2020.
Dimana RG yang diregistrasikan sebanyak 51 RG. Sepanjang triwulan I 2021, beberapa komoditas yang telah memanfaatkan RG, antara lain ayam karkas beku sebanyak 9 RG, beras 12 RG, gabah 42 RG, ikan 1 RG, kopi 10 RG, lada putih 2 RG dan rumput laut 10 RG.
Fajar Wibhiyadi menambahkan, RG ayam karkas beku merupakan komoditas baru yang masuk ke RG. Dengan adanya pemanfaatan instrumen ini, harapannya adalah meningkatkan kesejahteraan para peternak ayam. RG ayam karkas beku mulai masuk ke SRG pada Juli 2020.
Dan di triwulan I 2021 ini, telah tercatat 9 RG dengan nilai pembiayaan sebesar Rp190,1 juta.Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 33 tahun 2020, tentang barang yang dapat disimpan di gudang dalam rangka penyelenggaraan Sistem Resi Gudang, saat ini terdapat 18 jenis komoditas yang masuk dalam skema SRG, yaitu gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, gambir, teh, kopra, timah, bawang merah, ikan, pala, dan ayam karkas beku.
”Ke depan kami optimis, pemanfaatan Sistem Resi Gudang akan tumbuh positif. Hal ini melihat luasan wilayah Indonesia yang memiliki banyak komoditas, serta masyarakat yang mulai memahami manfaat dari Resi Gudang. Selain itu, adanya penanganan pandemi covid-19 yang tengah dijalankan pemerintah dengan program vaksinasi, kami yakin akan memberikan stimulus untuk pergerakan ekonomi nasional. Terkait peningkatan pemanfaatan Resi Gudang, KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang bersama pemangku kepentingan lain, akan terus melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan sistem resi gudang ini. Hal ini sejalan dengan peran kami sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan sebagai akselerator ekonomi masyarakat,” jelas Fajar Wibhiyadi. (mir)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini