Connect with us

Headline

Herman Tepis TP Gagal Pimpin Golkar

Kader Desak Plt Ketua Golkar Lutra Dievaluasi

-

MAKASSAR, BKM — Kepemimpin Taufan Pawe (TP) selaku ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan ramai diperbincangkan para kadernya di daerah. Ada yang menilai TP tidak mampu memimpin partai yang pernah digawangi Syahrul Yasin Limpo dan HAM Nurdin Halid ini.
Banyaknya penilaian itu terkait apakah TP berhasil atau bahkan gagal, mulai kepengurusannya yang hingga kini belum juga dilantik oleh DPP, sejak Januari hingga April ini baru enam dari 24 daerah yang telah menggelar musyawarah daerah (musda) hingga memiliki ketua. Tak hanya itu, masih adanya pelaksana tugas (plt) ketua DPD II yang melakukan pergantian pimpinan kecamatan (pincam), serta hingga masih banyaknya calon ketua yang belum mendapatkan diskresi.
Di Luwu Utara, sejumlah kader meminta agar TP mengevaluasi Arifin Junaedi (Arjuna) selaku plt ketua DPD II Golkar Luwu Utara yang hingga kini tak kunjung menggelar musda. Reaksi tersebut tidak terlepas dari pernyataan TP yang meminta agar musda paling lambat digelar Maret 2021.
“Kenyatanya sekarang, sudah pertengahan April tidak ada tanda-tanda musda akan digelar. Kami meminta agar Plt Ketua DPD II Golkar Luwu Utara, Arifin Junaedi dievaluasi. Kami menilai Arjuna tak sanggup menggelar musda,” kata Ketua BSN Partai Golkar Luwu Utara Haeruddin Kasim.

Dia menambahkan, dalam surat tugas yang dikeluarkan DPD I Golkar Sulsel pada Desember 2020 tersebut, memberi amanah kepada Arjuna sebagai plt ketua untuk melaksanakan musda paling lama tiga bulan setelah menerima SK itu atau Maret 2021 Golkar Lutra sudah harus punya nahkoda yang baru.
“Kan sekarang sudah bulan April. Artinya, secara administratif surat tugas tersebut kedaluarsa dan harus diperbarui. Terserah kalau misal surat tugas yang diperbarui nantinya kembali menunjuk Arjuna sebagai plt ketua tak apa,” ungkap Haeruddin.
Menurutnya, sebagai kader, pihaknya berharap pembaruan surat tugas juga disertai evaluasi. Sudah lebih dari tiga bulan Arjuna bertugas sebagai plt dan musda belum juga dilaksanakan. Bisa dikatakan Arjuna telah gagal. ”Ini sudah kegagalan yang kedua setelah sebelumnya Arjuna juga gagal melaksanakan musda pada 2016 lalu,” sambung pria yang akrab disapa Baso itu.
Dihubungi terpisah, Wakil ketua DPD I Golkar Sulsel Herman Heizer tidak sependapat jika ada yang menilai TP gagal memimpin partai berlambang pohon beringin rindang ini di Sulsel. Sebaliknya, menurut Herman, TP telah menyelesaikan banyak problem di internal partai.
Soal masih banyaknya daerah yang belum menggelar musda, Herman yang juga peneliti senior di Celebes Research Center (CRC) ini mengemukakan bila bukan musda yang molor, tapi menyesuaikan. Karena masih banyak daerah yang belum mendapatkan jadwal.

“Jadi masih membutuhkan penyesuaian, karena beberapa calon yang ingin maju dan dianggap bisa membesarkan partai membutuhkan diskresi. Dan untuk mengurus diskresi itu di ketua umum tak seperti yang digambarkan banyak pihak,” jelas Herman, Minggu (18/4).
Herman memberi banyak contoh, di antaranya Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi selaku petahana tentu membutuhkan diskresi karena ada saudara dan keponakannya aktif di partai lain.
“Jadi siapapun yang tidak memenuhi persyaratan seperti yang telah diatur dalam AD/ART maupun petunjuk organisasi, harus mendapatkan diskresi,” jelas Herman.
Terkait penggantian sejumlah pincam, Herman juga meluruskannya. Secara prinsip masa kepengurusan pincam itu sudah berakhir. “Kalaupun terjadi, maka keputusan atau kebijkan itu dari plt ketua DPD II, tapi bukan suka atau tidak suka. Sebab ada pincam yang tidak aktif lagi, ada yang mundur, bahkan ada pula yang telah pindah partai,” ucapnya.
Herman yakin Golkar di bawah kendali TP akan tetap menjadi pemenang pemilu di Sulsel. “Jadi saya yakin golkar di tangan TP akan on the track. Bahkan punya target untuk menambah kursi, baik untuk DPR RI, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota di Sulsel,” janji Herman.
Ia berharap, enam daerah bisa menggelar musda pada Ramadan ini. Masing-masing Golkar Pinrang, Sidrap, Luwu, Bone, Soppeng, dan Sinjai. (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini