Connect with us

Headline

Jelang Sahur, BNN Tembak Mati Pembawa 89 Kg Sabu

Disimpan dalam Tujuh Karung Sayuran yang Diangkut Mobil Bak Terbuka

-

BKM/HERMAN ANGKUT SABU-Satu unit mobil bak terbuka diamankan di kantor BNN Kabupaten Bone, Minggu (18/4). Kendaraan pengangkut sayuran ini juga membawa sabu seberat 89 kg.

BONE, BKM — Minggu (18/4) pukul 03.15 Wita. Sebagian warga tengah bersiap santap sahur untuk menunaikan ibadah puasa. Tetiba terdengar suara tembakan beberapa kali. Berasal dari jalanan di depan pintu gerbang masuk Pelabuhan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.
”Saya sedang makan sahur. Tiba-tiba terdengar suara tembakan beberapa kali. Kemudian saya keluar. Ada orang yang sedang dikejar,” ujar Ahmad, seorang warga setempat kepada BKM, kemarin.
Belakangan diketahui, suara tembakan berasal dari personel Badan Narkotika Nasional Pusat (BNNP). Sementara orang yang dikejar menjelang sahur itu merupakan terduga komplotan pengedar narkotika. Jumlahnya tiga orang, masing-masing dua laki-laki dan satu perempuan. Satu di antaranya tertembus peluru aparat hingga meregang nyawa dan meninggal di rumah sakit.

Dijelaskan Ahmad, terduga pelaku menggunakan mobil pick up memuat sayur-sayuran yang dibungkus dalam karung. Pelaku diduga menyembunyikan narkotika jenis sabu di dalam karung sayuran.

Informasi yang berhasil dihimpun, saat penangkapan berlangsung, terdapat tujuh mobil petugas yang mengepung mobil pelaku. Sebagian datang dari belakang. Sebagian lagi datang dari depan. Selanjutnya salah satu mobil petugas langsung mengadang kendaraan pelaku tepat pada palang pintu masuk pelabuhan Bajoe.

“Pas kami keluar dari rumah, semua disuruh masuk ke dalam rumah kembali. Sata sempat lihat satu orang ditangkap tidak jauh dari mobilnya. Kemudian satu orang laki laki berlari ke kolong rumah warga. Sementara yang perempuan hanya tinggal di dalam mobil,” tambah Ahmad.
Sementara warga lain bernama Kahar, mengatakan bahwa dia sempat melihat salah satu terduga pelaku yang dikejar oleh beberapa petugas kemudian lari masuk ke kolong rumah warga. Tidak lama berselang, terdengar beberapa kali suara tembakan.

“Saya sempat mendengarkan suara tembakan beberapa kali. Sepertinya tembakan peringatan. Kemudian tidak lama setelah itu saya melihat seorang laki-laki yang dibawa keluar dari kolong rumah dan sudah tidak sadarkan diri,” ucap Kahar.
Kepala BNN Kabupaten Bone AKBP Ismail Husain yang dikonfirmasi, membenarkan penangkapan tersebut. Namun hingga saat dia belum bisa memberikan penjelasan lebih detail, karena yang melakukan penangkapan adalah pihak BNN Pusat.

“Iya, memang benar ada penangkapan di wilayah saya. Tapi itu langsung dari BNN pusat. Saat ini tim masih pengembangan di lapangan,” kata Ismail.
Dari hasil pemeriksaan barang bukti, tercatat ada 89 kilogram sabu yang dibawa di atas mobil oleh terduga pelaku. Barang haram tersebut kini telah diamankan.
Sesaat setelah mendapat tindakan tegas aparat, sosok lelaki yang tertembak di kolong rumah warga langsung dievakuasi ke Rumah Sakit M Yasin, Watampone. Pihak keluarga ditunggu untuk mengambil jenazahnya. Sementara satu unit mobil bak terbuka berwarna putih bernomor polisi DP 3794 DE diamankan di kantor BNN Kabupaten Bone. Kendaraan tersebut tampak ditutup dengan terpal berwarna biru dan di atasnya masih terdapat saturan yang tersimpan dalam karung.

Pamit Beli Rokok Usai Buka Puasa

Minggu siang kemarin, seorang pria paruh baya bernama Rusman mendatangi RS M Yasin. Ia mengaku sebagai paman dari lelaki yang ditembak mati oleh petugas BNNP. Rusman menjelaskan, ponakannya itu bernama Houston. Usianya 25 tahun dan tinggal di Kota Parepare. Tepatnya di BTN Graha D’Nailah.
Kepada BKM yang menemuinya di RS, Rusman mengaku tidak mengetahui sama sekali kalau ponakannya itu berada di Bone. Sebab, sehari sebelumnya ia sempat buka puasa bersama di rumah almarhum di Parepare.

“Saya tidak tahu sama sekali kalau dia ada di Bone. Saya baru tahu tadi pagi (kemarin) setelah mendapat telepon dari BNN. Katanya keponakan saya kritis di rumah sakit. Setelah itu beberapa waktu kemudian menelepon kembali, dan mengatakan bahwa sudah meninggal,” jelas Rusman.
Rusman kembali mengingat pertemuan terakhirnya dengan sang ponakan. Sesaat usai berbuka puasa, menurut Rusman, Houston pamit pada dirinya untuk keluar membeli rokok. Namun karena lama tidak kembali, istri Hoston lalu menelepon suaminya. Dari balik gawai, Houston menyampaikan hendak ambil mobil dulu.
Ketika waktu sahur tiba, Houston tidak pulang ke rumahnya. Rusman kemudian menyampaikan ke istri Houston, agar menyampaikan ke suaminya kalau dirinya sudah pulang. ”Saya sempat salat subuh di rumahnya. Kemudian setelah itu saya pulang ke Sidrap. Saya baru tahu masalahnya saat saya baca berita tadi pagi (kemarin). Jenazah almarhum akan kami bawa langsung ke kampung halaman di Sidrap untuk dikuburkan,” jelas Rusman.
Dia juga menjelaskan bahwa almarhum ini sebelumnya pernah bekerja di PDAM namun kemudian berhenti. Selanjutnya Hoston bekerja di salah satu perusahaan distributor rokok. Begitupun istrinya, juga bekerja di tempat yang sama.

“Sebelumnya, keponakanku ini memang pernah ditangkap polisi. Waktu itu usianya 18 tahun. Tapi dia hanya pemakai saat itu. Setahu saya dia sudah berhenti sejak kasusnya itu,” tandas Rusman. (her/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini