Connect with us

Bisnis

Relawan Mitra Universitas Pertamina dan PF Salurkan Bantuan

-

BANTUAN -- Relawan mitra Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation di Waingapu menyerahkan bantuan kepada warga terdampak bencana salah satu desa di Sumba Timur yang terisolir setelah diterjang banjir dan badai.

MAKASSAR, BKM — Sepekan setelah banjir dan badai melanda Sumba Timur, beberapa wilayah dilaporkan masih terisolasi. Seperti Desa Maidang, Kecamatan Kambata Mapambuhang, sekitar 45 km dari Kota Waingapu. Jembatan yang membentang di atas sungai Maidang, hancur diterjang banjir.
”Sekitar 100 kepala keluarga di wilayah Maidang, saat ini terisolir akibat putusnya jembatan. Sehingga bantuan pangan dan obat-obatan sulit menjangkau mereka. Sejauh ini baru ada bantuan dari pemerintah berupa beras 1,25 ton bagi 225 kepala keluarga. Warga masih sangat membutuhkan bantuan,” ujar Akhmad Zaeni, relawan mitra Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation (PF) di Waingapu melalui wawancara daring, Kamis (15/4).
Sekitar 90 persen lahan pertanian warga seluas 30 hektare, lanjut Zaeni, hancur terendam lumpur. Padahal, mata pencarian warga utamanya dari bertani. Akibatnya, mereka terancam gagal panen. Sehingga warga tidak memiliki sumber pendapatan.
Pertamina Peduli melalui Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation dan bekerja sama relawan lokal memberikan bantuan bagi warga Desa Maidang. ”Sesuai pendataan kebutuhan, kami memberikan bantuan yang mendesak diperlukan warga. Yaitu berupa bantuan pangan terdiri dari beras, minyak goreng, ikan asin, garam, dan biskuit,” kata Roby Hervindo, Sekretaris Universitas Pertamina.
Roby menambahkan, selain kebutuhan pangan, akses kesehatan juga sangat dibutuhkan warga. Dengan terputusnya jembatan, warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Bantuan dikirimkan kepada warga melalui jalan darat dan sungai. Karena jalur ke Maidang berupa tanjakan terjal, hanya bisa dilalui kendaraan roda empat 4×4.
Dua mobil angkut sembako, satu mobil angkut alat kebersihan dan satu mobil membawa tim kesehatan, bertolak ke Desa Maidang pada Selasa (13/4). Setibanya di lokasi air terjun Lakolat yang bercabang ke tiga sungai, bantuan diseberangkan manual ke desa dengan rakit dari batang pisang.
Sementara itu, Agus Mashud,President Director Pertamina Foundation yang memimpin pelaksanaan bantuan bagi korban bencana, menekankan pentingnya perhatian penanganan paska-bencana.
”Warga Sumba Timur praktis kehilangan mata pencarian akibat bencana banjir dan badai seroja. Ternak dan tanaman pertanian sirna dihantam banjir. Wilayah lain yang tidak terdampak langsung oleh banjir, ikut menderita akibat jebolnya bendungan. Sehingga mereka tidak bisa mengairi lahan pertaniannya,” tutur Agus.
Selain di Desa Maidang, Pertamina Peduli melalui PFbangkit Pertamina Foundation telah menyalurkan bantuan pangan dan obat-obatan di sembilan lokasi sekitar kota Waingapu. Di antaranya Kampung Reja, Desa Prailiu, Desa Mauliru, Kambaniru, Palindi, Kaiku dan tempat pengungsian di Gereja Kristen Sumba. (mir)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini