Connect with us

Metro

Ribuan Orang Tunggu Menerima Vaksin

-

int ILUSTRASI VAKSIN

MAKASSAR, BKM– Ribuan warga di Makassar masuk dalam daftar tunggu penerima vaksin covid-19.
Antrean untuk mendapat layanan vaksin tersebut terjadi karena jumlah vaksin yang didistribusikan untuk Makassar cukup terbatas.
Jumlah daftar tunggu pun dipastikan akan semakin bertambah mengingat masyarakat yang ingin vaksin kian meningkat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Agus Djaja Said saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
“Daftar tunggu ribuan itu memang benar, kami itu gerak cepat vaksinasinya dan antusias masyarakat memang sudah mulai nampak. Orang sudah mau divaksin tapi vaksinnya gak ada,” ujarnya.
Dia menyebutkan data pelaksanaan vaksinasi secara massal. Dalam sehari, bisa mencapai 10 ribu orang dan tersebar di berbagai titik. Jumlah itu termasuk besar dan berada diluar prediksi pemerintah.
“Selama ini mereka menghitung vaksinasi secara konvensional, artinya biasa biasa itu memang lambat satu jam bisa sampai 21 orang, kalau 5 jam saja mungkin 100 orang sehari.Kalau kita di Makassar dari 9-15 titik perhari vaksinasi massal bisa sampai 10.000 jadi tidak pernah dibayangkan oleh Dinkes provinsi maupun pusat, pasti mi habis vaksin,” tambahnya.
Agus melanjutkan, laju vaksinasi virus corona yang tinggi berdampak terhadap ketersediaan vaksin. Olehnya, pernah terjadi kekurangan stok.
“Kuota Makassar itu 250 ribu, sudah 60 persen. Tidak pernah dibayangkan oleh pusat bahwa kita bisa vaksinasi secepat itu makanya vaksinnya cepat habis,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan memastikan proses vaksinasi covid-19 di Makassar selama bulan ramadan tetap berjalan. Hal ini dilakukan usai ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Diketahui MUI melalui fatwa Nomor 13 tahun 2021 menyatakan, vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat islam yang sedang berpuasa.
“Tetap berjalan, seperti biasa saya belum dapat jumlahnya sekarang selama puasa yang jelas berjalan terus,”
“Mulai dari pagi hari sampai sore, kan itu tidak ada larangan dari MUI dan tidak membatalkan puasa,” tutupnya. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini